BUPATI MADIUN HADIRI RAPAT PARIPURNA PENYAMPAIAN PU FRAKSI DEWAN TERHADAP RAPERDA RAPBD KAB. MADIUN TA 2026

  • Whatsapp
Img 20251020 Wa0079

MADIUN, Nusantaraabadinews.com Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak dan Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi menghadiri rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun dalam rangka penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi Dewan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Madiun TA 2026, di ruang rapat DPRD setempat.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kab. Madiun, Fery Sudarsono dan diikuti oleh para pimpinan dan anggota dewan, Forkopimda, Sekda Ir. Tontro Pahlawanto, Staf Ahli Bupati, asisten Sekda, jajaran OPD, direktur RSUD Caruban dan Dolopo, BUMD,perwakilan dari Polres,Perwakilan dari Lanud Iswahjudi Letkol Ricky,perwakilan dari Dandim, para Kabag dan Camat se-Kabupaten Madiun.

Img 20251020 Wa0078Melalui juru bicaranya masing-masing, 7 fraksi di DPRD Kab. Madiun menyampaikan pandangan umumnya untuk penyempurnaan dokumen Raperda APBD 2026. Dari tujuh fraksi, sebagian besar menyoroti langkah strategis apa yang akan diambil ekskutif untuk mengatasi turunnya TKD (Transfer Keuangan Daerah).

Namun di sisi lain, fraksi-fraksi dewan juga menyarankan agar pihak ekskutif dapat meningkatkan PAD tanpa membebani masyarakat untuk menutupi berkurangnya TKD.

Img 20251020 Wa0080Selain itu, perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian dari Fraksi Golkar Nurani Rakyat yang mempertanyakan sejauh mana peran Pemerintah Kabupaten Madiun dalam mengawal program Nasional Makan Bergizi Gratis, agar pelaksanaannya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Menanggapi pertanyaan fraksi terkait turunnya TKD, Bupati Madiun menegaskan semua Pemda terkena efisiensi, sehingga pihaknya harus bisa menyesuaikannya. Menurutnya, dibalik efisiensi, maka optimalisasi juga yang harus lakukan sehingga skala prioritas betul-betul dilakukan untuk mendapatkan output yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Peningkatan PAD juga harus kita lakukan, dengan cara berinovasi namun tetap berhati-hati. Seperti mengoptimalkan BUMD kita, agar mereka lebih produktif karena persaingan semakin ketat. Jadi langkah untuk meningkatkan produktifitas pasti kita lakukan,” tuturnya. (Tia/Merry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *