SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Program Airlangga Dekat Masyarakat Surabaya (AKSARA) 2025 yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga kembali digelar pada Sabtu (8/11/2025) di wilayah Krembangan Utara, Kota Surabaya. Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan setiap akhir pekan selama dua pekan, yaitu pada 7–9 dan 14–16 November 2025.
Kegiatan AKSARA 2025 bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat melalui edukasi, kreativitas, serta pemberdayaan sosial. Sejumlah kegiatan edukatif dan interaktif terselenggara dengan melibatkan anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Pada hari kedua pelaksanaan Dr. Atiek Tri Arini, M.Kes., selaku Kepala Bidang Dalduk, KB, dan KS, memberikan penyuluhan bertajuk “Orang Tua Siaga untuk Remaja”. Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di masa remaja yang penuh tantangan. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para peserta, khususnya kalangan ibu rumah tangga yang antusias berdiskusi mengenai pola komunikasi keluarga.
Selain penyuluhan, kegiatan Pelangi Ilmu juga menarik perhatian anak-anak usia PAUD hingga sekolah dasar. Mereka diajak belajar bangun datar melalui aktivitas membuat clay berbentuk geometri. Aktivitas ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep matematika dasar, tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan ketelitian.
Untuk kalangan ibu rumah tangga, sesi demonstrasi pembuatan dimsum menjadi kegiatan favorit. Para peserta diajari membuat makanan sehat dan lezat dengan bahan sederhana yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Tak hanya itu, suasana kebersamaan juga terbangun melalui lomba tenis meja antara panitia dan warga, serta kegiatan tie dye selendang yang diikuti dengan penuh semangat oleh anak-anak.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, AKSARA 2025 menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa Universitas Airlangga dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini menghadirkan manfaat edukatif, sosial, dan ekonomi bagi warga, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat Surabaya. (Red)






