Bojonegoro, Nusantaraabadinews.com – Dalam rangka menjalankan fungsi kontrol sosial dan mendorong transparansi publik, kontributor Media Nusantara Abadi News melakukan kunjungan ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Terminal Lama, Kelurahan Jetak Bojonegoro.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi masyarakat, sekaligus memastikan kegiatan berjalan sesuai standar pelayanan publik dan keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Namun, dalam pelaksanaan kunjungan, oknum kepala dapur SPPG di lokasi tersebut terkesan menutupi informasi dan enggan memberikan keterangan secara terbuka terkait kegiatan yang berlangsung di dapur pelayanan gizi tersebut.
Sikap ini menimbulkan pertanyaan publik terkait sejauh mana pengelolaan SPPG di Bojonegoro telah memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas yang menjadi dasar program pelayanan sosial pemerintah.
Menurut Subardianto, kontributor Media Nusantara Abadi News, pihaknya datang dengan itikad baik untuk memperoleh informasi publik secara langsung di lapangan.
“Kami datang untuk melakukan klarifikasi dan peliputan sesuai tugas jurnalistik. Namun, sangat disayangkan jika masih ada pihak yang bersikap tertutup terhadap kegiatan yang seharusnya terbuka bagi masyarakat,” ujarnya.
Media Nusantara Abadi News menilai, sebagai program publik yang bersumber dari dana masyarakat, pengelola SPPG wajib memberikan akses informasi secara terbuka kepada media dan publik sebagai bentuk pertanggungjawaban moral serta hukum.
Pihak redaksi berharap instansi terkait dapat melakukan evaluasi agar setiap pengelola SPPG di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya dapat menjalankan fungsi pelayanan publik secara transparan, profesional, dan terbuka terhadap pengawasan masyarakat. (Red)
Media Nasional Nusantara Abadi News
Biro Madiun Raya, Jawa Timur
Pak ANTOK






