Capaian Kinerja Kejati Jatim 2025, Dari Penegakan Hukum hingga Pemulihan Aset Negara

  • Whatsapp
Foto: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Agus Sahat ST, S.H., M.H.,
Foto: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Agus Sahat ST, S.H., M.H.,

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menutup Tahun 2025 dengan catatan kinerja yang menonjol dan terukur di seluruh lini tugas. Paparan capaian kinerja yang disampaikan di Surabaya, Selasa, 31 Desember 2025, mencerminkan komitmen kuat institusi kejaksaan dalam menjaga akuntabilitas, profesionalitas, serta kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Agus Sahat ST, S.H., M.H., menjelaskan bahwa di bidang pembinaan, Kejati Jatim aktif mengelola sumber daya manusia melalui berbagai kebijakan strategis. Sepanjang 2025, tercatat usulan mutasi dan promosi sebanyak 68 pegawai, mutasi lokal 48 pegawai, kenaikan pangkat 267 pegawai, kenaikan gaji berkala 166 pegawai, serta pengangkatan CPNS menjadi PNS sebanyak 51 orang. Pengembangan kompetensi aparatur juga berjalan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan dengan peserta ratusan orang dari satuan kerja se-Jawa Timur.

Bacaan Lainnya
Foto: Paparan capaian kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Tahun 2025 di Surabaya
Foto: Paparan capaian kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Tahun 2025 di Surabaya

Dari sisi anggaran, kinerja Kejati Jatim dinilai efektif. Dengan pagu anggaran sebesar Rp 197,38 miliar, realisasi mencapai Rp 186,77 miliar atau 94,63 persen. Sementara pada sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak, realisasi mencapai Rp 1,039 miliar dari target Rp 60 juta, atau setara 1.732,47 persen.

Bidang intelijen Kejati Jatim mencatat keberhasilan penting dengan penangkapan enam buronan daftar pencarian orang. Selain itu, pengawasan aliran kepercayaan masyarakat dilakukan melalui empat kegiatan yang difokuskan pada pencegahan potensi gangguan ketertiban umum.

Pada aspek penerangan hukum, program Jaksa Masuk Sekolah menjangkau lebih dari lima ribu peserta di delapan sekolah tingkat SMP dan SMA di Surabaya serta Sidoarjo. Penerangan hukum juga dilaksanakan di lingkungan perbankan dan pemerintahan desa dengan jumlah peserta lebih dari lima ratus orang. Melalui program Jaksa Menyapa di RRI Pro 1 Surabaya, Kejati Jatim memperluas jangkauan edukasi hukum kepada masyarakat luas.

Foto: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Agus Sahat ST, S.H., M.H.,
Foto: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Agus Sahat ST, S.H., M.H.,

Sepanjang 2025, penanganan tindak pidana umum menunjukkan volume perkara yang tinggi. Tercatat 933 SPDP, 774 perkara tahap I, 735 perkara dinyatakan lengkap atau P-21, serta 753 perkara tahap II. Kejati Jatim juga menangani 20 terpidana mati yang hingga kini belum dapat dieksekusi karena masih terbuka upaya hukum luar biasa.

Pendekatan keadilan restoratif terus diperluas. Sepanjang Tahun 2025, penyelesaian perkara melalui restorative justice mencapai 257 perkara, didukung keberadaan Rumah RJ dan balai rehabilitasi di sejumlah wilayah, ujar Kajati Jatim Agus Sahat.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H., menambahkan bahwa di bidang tindak pidana khusus, Kejati Jatim menangani sejumlah perkara korupsi strategis dengan nilai kerugian negara signifikan. Di antaranya perkara dugaan korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Kabupaten Sumenep serta perkara pengelolaan jasa kepelabuhanan PT Delta Artha Bahari Nusantara di Pelabuhan Probolinggo. Sejumlah perkara telah dilimpahkan ke tahap penuntutan, sementara lainnya masih dalam proses penyidikan. Penuntutan perkara korupsi, perpajakan, serta kepabeanan dan cukai terus berjalan dengan koordinasi intensif bersama aparat penegak hukum lainnya.

Capaian penting lainnya terlihat pada bidang pemulihan aset. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kejati Jatim berhasil melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp 1,928 miliar serta penyelamatan keuangan negara mencapai Rp 116,83 miliar. Eksekusi uang pengganti, denda, dan hasil lelang barang rampasan negara menjadi kontribusi nyata terhadap kas negara, jelas Wakajati Jatim Saiful Bahri Siregar.

Di bidang perdata dan tata usaha negara, Kejati Jatim menangani ratusan perkara bantuan hukum litigasi dan non-litigasi, pertimbangan hukum, serta pelayanan hukum gratis kepada masyarakat dan institusi pemerintah. Sementara di bidang pengawasan, dilaksanakan puluhan inspeksi umum, pemantauan, dan klarifikasi laporan pengaduan yang berujung pada penjatuhan sanksi disiplin sesuai ketentuan.

Bidang pidana militer juga mencatat koordinasi aktif dengan aparat TNI dan peradilan militer di Jawa Timur, dengan realisasi anggaran mencapai 99,72 persen, mencerminkan pelaksanaan program yang efektif dan tepat sasaran.

Menutup pemaparan, Kajati Jatim Agus Sahat menegaskan bahwa capaian kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Tahun 2025 menegaskan peran strategis kejaksaan sebagai pengawal penegakan hukum dan keuangan negara. Dengan kinerja yang terukur, efisiensi anggaran, serta keberhasilan penanganan perkara besar, Kejati Jatim menutup tahun dengan fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan hukum di tahun berikutnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *