Subuh Berdarah Wonokusumo Jaya, Pria Tanpa Identitas Tewas Bersimbah Darah, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan 

  • Whatsapp
Foto: Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat pria tanpa identitas di Wonokusumo Jaya Semampir Surabaya.
Foto: Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat pria tanpa identitas di Wonokusumo Jaya Semampir Surabaya.

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Suasana tenang jelang pagi di kawasan Wonokusumo Jaya, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, mendadak berubah mencekam. Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas bersimbah darah di depan Warkop Coffee Black, Minggu dini hari, 18 Januari 2026. Korban ditemukan dalam kondisi terlentang menghadap ke arah selatan dan diduga kuat menjadi korban tindak pidana penganiayaan.

Penemuan jasad pria misterius itu pertama kali dilaporkan warga sekitar pada pukul 04.15 WIB. Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Semampir bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kapolsek Semampir Kompol Herry Iswanto, S.H., bersama piket fungsi langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara guna memastikan situasi tetap kondusif.

Bacaan Lainnya

Sekitar pukul 05.42 WIB, ambulans milik Pemerintah Kota Surabaya tiba di lokasi. Selanjutnya pada pukul 06.00 WIB, Tim Inafis Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama piket fungsi Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang dipimpin Pamapta Polres Ipda Agung melakukan olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti serta mengidentifikasi korban.

Foto: Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat pria tanpa identitas di Wonokusumo Jaya Semampir Surabaya.
Foto: Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat pria tanpa identitas di Wonokusumo Jaya Semampir Surabaya.

Tak berselang lama, tepat pukul 06.15 WIB, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans Pemkot Surabaya menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. Proses visum et repertum dilakukan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Semampir Kompol Herry Iswanto, S.H., menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan awal di lokasi kejadian, korban mengalami luka bacok pada bagian perut. Di sekitar tubuh korban tidak ditemukan kartu identitas maupun dokumen pribadi lainnya.

Namun demikian, petugas menemukan satu unit sepeda motor merek Stelo warna abu-abu dengan nomor polisi L 5506 DAM dalam kondisi standar samping, terparkir tidak jauh dari posisi korban tergeletak. Temuan tersebut telah diamankan dan didokumentasikan sebagai bahan pendalaman oleh penyidik.

“Korban hingga saat ini belum diketahui identitas, usia, pekerjaan maupun alamatnya,” ujar Kompol Herry Iswanto.

Polisi juga telah menghimpun keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka di antaranya Sutikno Adi Setiawan, 28 tahun, penjaga warkop asal Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan; Marwek, 50 tahun, warga Jalan Wonokusumo Jaya Surabaya; serta Khiri Anam, 24 tahun, warga Kecamatan Kledung, Kabupaten Bojonegoro, ujar Kapolsek Semampir.

Selain Polsek Semampir, penanganan di lokasi juga melibatkan aparat gabungan dari Pamapta dan fungsi terkait Polres Pelabuhan Tanjung Perak, BPBD Kota Surabaya, serta Satpol PP Kecamatan Semampir. Selama proses pengamanan hingga evakuasi, situasi di sekitar TKP terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Kasus penemuan mayat pria tanpa identitas ini selanjutnya ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Polisi masih terus mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan bukti guna mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa berdarah tersebut, pungkas Kapolsek Semampir.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *