SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Surabaya kembali diterpa cuaca ekstrem. Sebuah video amatir yang merekam detik-detik mencekam saat bagian atap gedung Pengadilan Negeri Surabaya di Jalan Arjuno beterbangan akibat terjangan angin kencang viral di media sosial, Rabu (21/1). Peristiwa ini sontak menyita perhatian publik karena terjadi di kawasan padat lalu lintas dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi di sisi gedung Pengadilan Negeri Surabaya yang berdekatan dengan akses menuju Jalan Merapi. Dalam rekaman singkat yang beredar luas, terlihat material atap yang diduga berupa seng atau galvalum terlepas dari rangka bangunan, melayang diterpa angin, lalu jatuh ke arah jalan raya.

Kondisi cuaca di sekitar Jalan Arjuno saat kejadian memang dilaporkan sedang tidak bersahabat. Hujan deras disertai embusan angin sangat kuat melanda kawasan tersebut sejak siang hari.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku terkejut dengan suara keras dari arah gedung. Salah satu saksi mata yang berteduh di sekitar lokasi menuturkan kejadian berlangsung sangat cepat dan tidak terduga.
“Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas gedung. Ternyata atapnya lepas dan terbang ke jalan bawah,” ujar warga tersebut.

Nahas, material atap yang beterbangan itu jatuh tepat mengenai sebuah mobil angkutan umum yang tengah melintas menuju arah Jalan Merapi. Akibat kejadian tersebut, angkot mengalami kerusakan pada bagian bodi kendaraan. Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini sempat memicu kepanikan pengendara yang melintas di Jalan Arjuno. Arus lalu lintas dilaporkan melambat akibat serpihan material atap yang berserakan di badan jalan. Warga bersama petugas keamanan setempat bergerak cepat mengevakuasi material berbahaya guna mencegah kecelakaan lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian materiil akibat insiden tersebut. Selain itu, pengecekan terhadap keamanan dan kekuatan konstruksi atap gedung Pengadilan Negeri Surabaya juga dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi.(**)






