SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Anggota DPRD Kota Surabaya Komisi A, Muhaimin, SH, MM, menggelar kegiatan reses atau jaring aspirasi warga pada Senin (9/2/2026) yang dilaksanakan di RT 04 dan RT 05/RW 02 Kranggan Margorejo, Kelurahan Margorejo, Kecamatan Wonocolo. Kegiatan ini menjadi momentum penting karena merupakan reses perdana Muhaimin di wilayah Kranggan Margorejo, sekaligus upaya memperluas jangkauan silaturahmi dan penyerapan aspirasi di Daerah Pemilihan (Dapil) III.
Kehadiran Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin disambut dengan antusias dan semangat luar biasa oleh warga setempat. Turut hadir Ketua RW 02 beserta para Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, para kader Kader Surabaya Hebat (KSH), ibu-ibu PKK, serta jamaah Jami’iyah Yasin. Sedikitnya sekitar 100 orang menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Cak Imin menegaskan bahwa masa reses merupakan waktu yang sangat penting bagi anggota dewan untuk turun langsung ke masyarakat. Selama masa istirahat dewan selama enam hari, ia memanfaatkannya untuk mendengar secara langsung kebutuhan dan persoalan warga, khususnya terkait pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, serta sektor pendidikan yang menjadi fokus pemerintah.
“Reses ini adalah ruang bagi kami untuk mendengar langsung suara warga. Apa yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan agar bisa direalisasikan secara bertahap,” ujar Muhaimin.
Berbagai usulan disampaikan warga melalui perwakilan RT dan RW. Ketua RT 05, Deni Nur Soleh, mengusulkan adanya gudang penyimpanan inventaris RT seperti meja, kursi, sound system, dan tenda. Selain itu, ia juga mengajukan usulan pengadaan terop serta perlengkapan makam.
Sementara itu, Ketua RT 04, Eko Setiawan, mengaku cukup terkejut dan senang dengan kehadiran langsung anggota DPRD di wilayahnya. Ia juga menyinggung rencana pemberian bingkisan berupa seragam Jami’iyah Yasin kepada sekitar 80 ibu-ibu. Dengan nada bercanda, Eko menyampaikan “kecemburuan” kaum bapak-bapak yang jumlahnya sekitar 50 orang.
“Kalau ibu-ibunya dapat, bapak-bapaknya kapan?” selorohnya yang disambut tawa hadirin.
Isu infrastruktur turut menjadi perhatian, khususnya terkait pembangunan gorong-gorong (box culvert) sepanjang 157 meter yang realisasinya dinilai belum maksimal karena baru sampai di area gapura makam, belum hingga ke bibir sungai. Warga berharap pembangunan tersebut dapat dilanjutkan melalui pengusulan kembali.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Cak Imin memberikan penjelasan secara terbuka. Terkait pertanyaan mengenai status tanah makam yang tercatat sebagai aset Pemerintah Kota Surabaya, ia menjelaskan bahwa hal tersebut bertujuan untuk mengamankan aset agar tidak terjadi penyerobotan, namun fungsi tanah tetap sebagai makam warga setempat.

“Kalau ada pohon besar di tengah makam dan dirasa membahayakan, tinggal dilaporkan ke Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk dilakukan pemotongan. Jadi tidak perlu repot,” tegasnya.
Mengenai usulan pembangunan gudang, Muhaimin menjelaskan bahwa hal tersebut tidak masuk dalam skema Dana Kelurahan (Dakel). Namun untuk usulan terop, meja, dan kursi, ia memastikan bahwa item tersebut sudah masuk katalog Dana Kelurahan, sehingga bisa diusulkan melalui kelurahan dengan koordinasi Ketua RW.
Untuk usulan pengadaan pompa air guna menyedot genangan saat terjadi luapan air dengan debit besar, Cak Imin menyampaikan bahwa hal tersebut Insya Allah akan direalisasikan pada reses berikutnya, sekitar bulan Mei atau Juni, dengan catatan dilakukan secara bertahap dan bergiliran.
Tak hanya soal infrastruktur, suasana reses juga diwarnai aspirasi sosial dan kebersamaan. Bu Asruri, S.Pd, salah satu warga, mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan Muhaimin dengan bacaan Ummul Qur’an Al-Fatihah, agar senantiasa diberi keberkahan, kesehatan, dan umur panjang. Ia juga mengusulkan kegiatan wisata religi seperti ziarah ke makam wali dan makam Bung Karno, serta kegiatan rekreasi sederhana.
Senada dengan itu, Ketua RW 02, Nirmawati, kembali menegaskan pentingnya penyelesaian pembangunan gorong-gorong yang belum tersambung hingga sungai. Ia juga menambahkan usulan kegiatan “healing” yang sederhana dan dekat, seperti ke wilayah Malang.
Menutup rangkaian acara, Muhaimin menegaskan komitmennya untuk mengupayakan realisasi seluruh usulan warga sesuai mekanisme dan skala prioritas. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bingkisan secara simbolis, antara lain usulan bak sampah dari Ketua RT 02 RW 01 Galih, seragam Jami’iyah Yasin ibu-ibu, serta bantuan untuk Bunda PAUD.
Kegiatan reses diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Ali, menandai berakhirnya acara dalam suasana hangat, penuh harapan, dan kebersamaan antara wakil rakyat dan masyarakat Kranggan Margorejo. (Abie)






