SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia di Surabaya sebagai langkah strategis memperkuat koordinasi dan sinergi pelaksanaan program rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika.
Kunjungan tersebut diwakili oleh M. Viqri Amrullah dan Roan Ricardo Sibuea dari BNNK Surabaya. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Pengelola Rehabilitasi LRPPN-BI, Drs. Siswanto, bersama jajaran pengelola lembaga rehabilitasi.
Dalam pertemuan awal, kedua belah pihak memaparkan peran serta fungsi masing-masing lembaga dalam penanganan penyalahgunaan narkotika, terutama pada aspek rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. BNNK Surabaya menegaskan pentingnya keterpaduan layanan antara pemerintah dan lembaga rehabilitasi mitra agar proses pemulihan klien berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.
BNNK memandang bahwa kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam menjamin keberlangsungan program rehabilitasi, sekaligus memastikan setiap penyalahguna narkotika mendapatkan layanan yang aman, terukur, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang.
Pembahasan kemudian difokuskan pada mekanisme rujukan klien, alur penerimaan rehabilitan, hingga sistem pendampingan selama proses rehabilitasi berlangsung. Evaluasi terhadap layanan yang telah berjalan juga menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut, termasuk upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sarana dan prasarana rehabilitasi.
Langkah ini dinilai sejalan dengan penguatan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN yang terus digencarkan di wilayah Surabaya.
Perwakilan BNNK Surabaya menegaskan bahwa kerja sama yang berkelanjutan dengan LRPPN-BI diharapkan mampu memperluas akses layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan. Sinergi ini juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan pemulihan yang komprehensif.
Sementara itu, Pengelola Rehabilitasi LRPPN-BI, Drs. Siswanto, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program BNNK Surabaya melalui pelayanan rehabilitasi yang profesional dan berkesinambungan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar para rehabilitan tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mampu kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan diskusi teknis serta peninjauan langsung fasilitas rehabilitasi milik LRPPN-BI. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan layanan rehabilitasi narkotika di wilayah Kota Surabaya.(4R1F)






