Refleksi Satu Tahun kepemimpinan Bupati dan Wabup Kabupaten Madiun serta Saur Bersama

  • Whatsapp
IMG 20260220 WA0013

KABUPATEN MADIUN – Nusantaraabadinews.com Dini hari di Pendopo Muda Graha, suasana tidak seperti biasanya. Aroma santap sahur bercampur dengan obrolan hangat para kepala OPD yang duduk lesehan. Tepat Jumat (20/2/2026), satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Madiun dirayakan bukan dengan seremoni mewah, melainkan refleksi sederhana yang dikemas dalam sahur bersama.

Pasangan yang dikenal dengan sebutan “Harmonis”, Hari Wuryanto dan Purnomo Hadi, menandai momentum itu dengan peluncuran buku “Mendaratkan Asta Cita di Kabupaten Madiun: Menyemai Visi Misi Nasional dalam Pembangunan Daerah Kabupaten Madiun.” Buku tersebut secara simbolis diserahkan kepada tiga perwakilan OPD sebagai panduan arah pembangunan ke depan.

Setahun lalu, tepat 20 Februari 2025, keduanya dilantik Presiden Prabowo Subianto. Kini, satu tahun berselang, mereka memilih menengok perjalanan yang telah ditempuh, sembari menyiapkan langkah berikutnya.

Hari Wur sapaan akrab Bupati Madiun ini mengakui berbagai capaian telah diraih. Sekitar 28 penghargaan dari pemerintah pusat dan provinsi berhasil dikantongi. Namun ia menegaskan, angka tersebut belum membuatnya berpuas diri.

“Sudah ada yang bisa kita lakukan, ada juga yang belum maksimal. Insyaallah ke depan kami akan terus berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya.

Refleksi, menurut dia, bukan sekadar perayaan. Momentum itu menjadi bahan evaluasi bagi seluruh OPD untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat kolaborasi.

Buku yang diluncurkan malam itu memuat sinkronisasi program Asta Cita Presiden dengan program “Bersahaja” milik Pemkab Madiun. Hari Wur menekankan pentingnya keselarasan dengan pemerintah pusat agar parameter keberhasilan lebih mudah dicapai. “Kalau kita linier dengan pusat, target-target pembangunan akan lebih terukur,” katanya.

IMG 20260220 WA0012Potongan tumpeng pun menjadi simbol perjalanan setahun. Bupati menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Penjabat Sekda Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto. Sementara Wakil Bupati Purnomo Hadi memberikan potongan tumpeng kepada Kepala Bapperida Kabupaten Madiun, Sodik Hery Purnomo.

Di balik capaian penghargaan, pekerjaan rumah masih menanti. Angka kemiskinan Kabupaten Madiun tercatat 10,4 persen, di atas target provinsi 9,2 persen. Tiga kecamatan dengan angka kemiskinan tertinggi yakni Saradan, Pilangkenceng, dan Gemarang. Tiga kecamatan ini menjadi prioritas penanganan.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah program Sekolah Rakyat bagi masyarakat kategori Desil 1 dan 2. Pemerintah menanggung biaya hidup dan pendidikan dari SD hingga SMA/SMK.

“Harapannya, beban ekonomi keluarga berkurang dan angka kemiskinan bisa turun signifikan,” ujar Hari Wur.

Ia menyebut, selain bertepatan dengan tanggal pelantikan, momen tersebut berada di bulan puasa. Sahur bersama dipilih agar suasana lebih cair.

“Sahur itu membawa berkah. Kita bisa ngobrol santai, makan, ngopi bersama. Membuat orang senang dan bahagia itu penting,” ucapnya.

Ia tak menampik, tantangan terbesar setahun terakhir adalah menyatukan banyak pemikiran antar-OPD. Karena itu, ia berpesan agar seluruh jajaran bekerja dengan jujur, terbuka terhadap evaluasi, dan menjaga harmonis.

“Kalau kolaborasi dilakukan dengan cara yang salah, itu bisa jadi masalah. Semua harus tetap harmonis,” katanya.

Di antara hangatnya kopi dan hidangan sahur, refleksi setahun kepemimpinan itu menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjelma ruang dialog tentang capaian, kekurangan, dan harapan, agar bumi kampung pesilat melangkah ke tahun kedua dengan pijakan yang lebih kokoh .(Tia herda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *