FK Untag Surabaya Raih Akreditasi Pertama dari LAM-PTKes

  • Whatsapp
Foto: Rektor dan Dekan FK Untag Surabaya usai pengumuman akreditasi pertama Program Studi Sarjana Kedokteran dari LAM-PTKes di Surabaya.
Foto: Rektor dan Dekan FK Untag Surabaya usai pengumuman akreditasi pertama Program Studi Sarjana Kedokteran dari LAM-PTKes di Surabaya.

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Fakultas Kedokteran Universitas 17 Agustus 1945 (FK UNTAG) Surabaya berhasil meraih Akreditasi Pertama Program Studi Sarjana Kedokteran dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan FK Untag Surabaya sebagai institusi pendidikan dokter yang terus berkembang dengan standar mutu nasional.

Bacaan Lainnya

Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya – Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh akreditasi pertama merupakan hasil konsistensi universitas dalam membangun pendidikan kedokteran berbasis kualitas akademik dan nilai kemanusiaan.

Menurutnya, kehadiran Fakultas Kedokteran Untag Surabaya tidak hanya bertujuan menambah jumlah institusi pendidikan dokter, tetapi menghadirkan sistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan nasional.

“Fakultas Kedokteran Untag Surabaya kami kembangkan dengan standar mutu yang jelas, mulai dari kurikulum, fasilitas pembelajaran, hingga kualitas dosen pengajar. Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kompetensi klinis yang kuat sekaligus karakter humanis dan nasionalis,” jelas Harjo, Kamis (26/02/26).

Ditambahkan Harjo, akreditasi pertama menjadi bukti kesiapan FK Untag Surabaya dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran secara profesional dan berkelanjutan.

Kualitas pendidikan dokter sangat ditentukan oleh kekuatan sumber daya manusia, khususnya dosen dokter pengajar yang memiliki pengalaman klinis dan akademik yang mumpuni.

“Investasi utama pendidikan kedokteran bukan hanya pada fasilitas, tetapi pada kualitas dosen. Karena dari merekalah budaya akademik, etika profesi, dan kompetensi dokter masa depan dibentuk,” terang Harjo lagi.

Status akreditasi yang diperoleh FK Untag Surabaya menegaskan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan telah memenuhi standar nasional, meliputi tata kelola akademik, kurikulum berbasis kompetensi, kesiapan fasilitas laboratorium medis, hingga kualitas tenaga pendidik.

Capaian ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap FK Untag Surabaya sebagai institusi pendidikan kedokteran yang kredibel dan prospektif di Jawa Timur.

Penguatan kualitas pendidikan tersebut ditopang oleh keberadaan dosen dokter pengajar dengan latar belakang akademik dan profesional dari berbagai bidang spesialis kedokteran.

Para tenaga pengajar memiliki pengalaman klinis di rumah sakit pendidikan, keterlibatan dalam penelitian ilmiah nasional dan internasional, serta aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

Kehadiran dosen dengan kompetensi multidisiplin menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan akademik yang dinamis dan berbasis evidence-based medicine.

Dekan Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, dr. Poerwadi, Sp.BA., Subsp.D.A(K), FIAPS, menyebut capaian akreditasi pertama menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pendidikan dokter yang berorientasi pada kompetensi klinis dan profesionalisme.

Menurutnya, pendidikan kedokteran harus mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan modern.

“Akreditasi ini bukan tujuan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab besar kami untuk menjaga mutu pendidikan dokter. FK Untag Surabaya berfokus pada pembentukan dokter yang tidak hanya menguasai ilmu kedokteran, tetapi juga memiliki empati, kemampuan komunikasi, serta kesiapan praktik klinis sejak dini,” jelasnya.

Menurut dr. Poerwadi, kualitas dosen dokter pengajar menjadi kekuatan utama FK Untag Surabaya.

Para dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga mentor klinis dan akademisi yang aktif melakukan penelitian serta pengembangan pendidikan kedokteran.

“Kombinasi pengalaman klinis, penelitian, dan pengabdian masyarakat tersebut menciptakan ekosistem pembelajaran yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan dunia kesehatan saat ini,” ujarnya.

Dalam mendukung proses pembelajaran, FK Untag Surabaya menghadirkan fasilitas pendidikan medis yang lengkap dan terintegrasi, mulai dari laboratorium anatomi dengan wet dan dry cadaver, histologi, patologi, mikrobiologi, biokimia, fisiologi, hingga farmakologi.

Penguatan keterampilan klinis mahasiswa dilakukan melalui Clinical Skill Laboratory dan OSCE station sebagai pusat simulasi praktik kedokteran modern sebelum mahasiswa memasuki tahap pendidikan klinik di rumah sakit pendidikan.

Lingkungan akademik juga diperkuat melalui sistem pembelajaran digital, digital library, ruang kelas modern, serta jejaring rumah sakit pendidikan yang memberikan pengalaman praktik langsung kepada mahasiswa dalam pelayanan kesehatan nyata.

Dukungan fasilitas tersebut memastikan proses pendidikan berjalan selaras dengan perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan global.

Dengan capaian akreditasi pertama serta dukungan dosen dokter pengajar yang berkualitas, Fakultas Kedokteran Untag Surabaya semakin mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan yang menyiapkan dokter masa depan yang kompeten, humanis, dan siap berkontribusi bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *