Syafa Group Gelar Kajian Al-Hikam, Tekankan Keikhlasan dan Larangan Riya’ dalam Ibadah

  • Whatsapp
Foto: CEO Syafa Group Sa’diah menyampaikan kajian kitab Al-Hikam tentang keikhlasan dan larangan pamer dalam ibadah di Probolinggo.
Foto: CEO Syafa Group Sa’diah menyampaikan kajian kitab Al-Hikam tentang keikhlasan dan larangan pamer dalam ibadah di Probolinggo.

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan kerja, Syafa Group menggelar kajian kitab Al-Hikam dengan tema “Tidak Boleh Pamer dalam Ibadah”.

CEO Syafa Group, Sa’diah, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun karakter dan integritas seluruh pegawai.

Bacaan Lainnya

“Kita hidup bukan untuk mencari pujian manusia, melainkan ridha Allah. Karena itu, pentingnya sabar dan ikhlas dalam bekerja maupun beribadah harus menjadi prinsip utama kita. Dengan kesabaran dan keikhlasan, insyaAllah setiap langkah kita akan membawa keberkahan,” terang Sa’diah.

Dalam kegiatan kajian yang dilaksanakan di Probolinggo pada Senin (23/02/26) ini, mengangkat pemahaman dari kitab karya ulama besar, Ibnu Athaillah as-Sakandari, yang menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap amal ibadah.

Dalam penyampaiannya, dijelaskan bahwa ibadah yang dilakukan dengan niat pamer atau mengharapkan pujian manusia dapat mengurangi nilai dan keberkahannya.

Selain itu dalam acara kali ini juga membahas tentang keikhlasan, dalam kehidupan sehari-hari khususnya berkaitan dengan bisnis dan perkembangan proyek.

“Sebagai contohnya yang saat ini sedang dilakukan proses adalah mantan subcon pelaksana yang melakukan pengunduran diri yang berdampak pada kerugian PT. Indie Syafa Transforma,” kata Sa’diah.

Sa’diah juga mengungkapkan, secara perjanjian subcon pelaksana tersebut seharusnya dikenakan pinalty namun sebagai bentuk tanggungjawab, PT. Indie Syafa Transforma mengembalikan seluruh biaya administrasi yang seharusnya tidak dapat kembali karena telah dilakukannya proses pemberkasan kepada subcon tanpa dipotong dan tanpa membebankan pinalty seperti yang sudah tertulis di perjanjian.

Diatas adalah contoh dari keikhlasan dan kesabaran dimana contohnya salah satu mantan manager operasional dahulu yang tidak melakukan banyak evaluasi pegawai hingga menumpuk.

“Dan pada akhirnya banyak pegawai yang mengalami kemunduran gaji hingga berdampak pada nama baik perusahaan,” ujarnya.

Dimana diketahui perusahaan juga terdampak padahal yang tidak melaksanakan tugas adalah mantan manager operasional.

“Beginilah contoh dari kesabaran, kita tidak melakukan kesalahan akan tetapi nama kita jelek karena hal tersebut dan kita harus tetp bersabar,” tambah Sa’diah.

“Perusahaan yang mengalami kerugian atas mundurnya subcon, karena kami harus melakukan perubahan data dan pemberkasan dari awal sehingga secara otomatis menyebabkan kemunduran jadwal diluar kerugian materiil,” jelas Sa’diah lagi.

Kegiatan ini sendiri diselenggarakan dengan tujuan mempererat silaturahmi antarpegawai, memperluas pengetahuan keislaman, serta meningkatkan kualitas ibadah di tengah kesibukan profesional.

Suasana kajian juga berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Para pegawai tampak antusias mengikuti pembahasan, khususnya saat membahas bagaimana menerapkan nilai keikhlasan dalam aktivitas kerja sehari-hari, termasuk dalam pelayanan, tanggung jawab, dan kerja sama tim.

Kegiatan ini dihadiri puluhan pegawai dari PT. Indie Syafa Transforma dan PT. Eco Syafa Harvest, serta turut mengundang anak-anak yatim sebagai bagian dari rangkaian acara.

Kehadiran anak-anak yatim dalam acara tersebut menambah suasana haru dan penuh makna. Selain mengikuti doa bersama, perusahaan juga memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata nilai keikhlasan yang disampaikan dalam kajian.

Dengan terselenggaranya kajian kitab Al-Hikam ini, Syafa Group menunjukkan komitmennya dalam membangun perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan moral seluruh insan di dalamnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *