SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Kinerja jajaran Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menunjukkan capaian signifikan sepanjang empat bulan pertama tahun 2026. Sebanyak 149 kasus narkotika berhasil diungkap dengan total 206 tersangka yang seluruhnya telah diproses.
Pengungkapan tersebut berlangsung dalam periode Januari hingga April 2026 dengan tren penanganan yang konsisten di berbagai lokasi rawan peredaran narkoba.
Mewakili Kapolrestabes Surabaya Lutfi Sulistyawan, Kasat Resnarkoba Dodi Pratama menegaskan seluruh kasus yang terungkap telah diselesaikan.
“Dari ratusan kasus dengan tersangkanya tersebut diungkap oleh anggota kami, dari beberapa tempat kejadian seperti hotel atau villa hingga tempat hiburan serta rumah hunian,” jelas AKBP Dodi, Kamis (9/4).
Adapun rincian pengungkapan kasus menunjukkan Februari menjadi bulan tertinggi dengan 57 kasus, disusul Januari 43 kasus, Maret 38 kasus, dan April 11 kasus.
Pengungkapan kasus tidak hanya terjadi di tempat hiburan, namun justru didominasi kawasan permukiman. Dari total kasus, sebanyak 86 perkara terjadi di lingkungan hunian warga.
Selain itu, pengungkapan juga dilakukan di hotel atau villa sebanyak 34 kasus, ruko dan pusat perbelanjaan 16 kasus, jalan umum 11 kasus, serta kafe dan diskotik sebanyak 2 kasus.
Dari total 206 tersangka, mayoritas merupakan laki-laki dewasa. Hanya satu tersangka yang masih berstatus pelajar.
“Selama empat bulan ini, kita berhasil membekuk tersangka sebanyak 206 orang dan didominasi laki-laki dewasa. Untuk yang masih pelajar hanya 1 orang saja,” imbuh AKBP Dodi.
Berdasarkan usia, kelompok 25 hingga 64 tahun mendominasi di setiap bulan. Sementara dari sisi profesi, pekerja swasta menjadi yang terbanyak dengan 118 tersangka, disusul pengangguran 28 orang dan buruh 30 orang.
Barang bukti yang disita menunjukkan variasi jenis narkotika dengan dominasi sabu dan pil koplo.
Total sabu yang diamankan mencapai ratusan gram, dengan jumlah tertinggi pada Januari sebesar 229,78 gram. Selain itu, polisi juga menyita ganja, ekstasi, tembakau sintetis hingga serbuk ekstasi.
Sementara pil koplo tercatat dalam jumlah besar, mencapai ribuan butir setiap bulannya, dengan total signifikan selama periode pengungkapan.
AKBP Dodi menegaskan keberhasilan pengungkapan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat.
Ia pun mengimbau warga Surabaya untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.
Jika menemukan aktivitas mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor ke pihak kepolisian agar penyalahgunaan narkoba dapat ditekan dan lingkungan tetap bersih dari peredaran gelap narkotika.(4R1F)






