Surabaya, Nusantaraabadinews.com – Sejumlah wali murid SMAN 6 Kota Surabaya mengeluhkan kebijakan (PLt) Kepala Sekolah yang diduga memaksa mereka untuk mengikuti program study tour ke luar kota (Yogyakarta). Program yang dilaksanakan dari tanggal 28 – 30 April 2026 disebut mewajibkan keikutsertaan siswa dengan biaya kurang lebih 1.500.000 (satu juta Lima Ratus ribu rupiah). (29/04/2026)
Menurut keterangan beberapa wali murid, pihak sekolah di sinyalir memberikan tekanan agar semua siswa ikut serta dalam kegiatan tersebut, meskipun banyak orang tua merasa keberatan secara finansial.
“Kami diminta membayar biaya yang cukup besar. Katanya wajib, ikut atau tidak harus bayar sejumlah Rp 1.500.000 ribu rupiah per siswa,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebut namanya.
Kebijakan (pLt ) Kepala Sekolah SMAN6 Surabaya ini dipandang tidak bijak. Dalam kondisi perekonomian yang belum baik ini, memaksakan kebijakan yang tidak ada dalam kurikulum sekolah, adalah diluar kewajaran. Tidak salah kalau banyak pihak menduga kegiatan tour itu sebagai kedok untuk bisnis. Banyak daerah lain bahkan telah melarang kegiatan serupa.
Selain akan menambah beban orangtua, jaminan keselamatan juga menjadi pertimbangan. Banyak kejadian kecelakaan di jalan salah satu pertimbangannya. Apakah kalau terjadi musibah sekolah bertanggung jawab? Apalagi bulan-bulan ini kedepan adalah musim hujan yang rawan terjadi musibah di jalan.
Guru kesiswaan saat di temui media menegaskan bahwa program study Ke Jogja itu kewenangan PLt kepala Sekolah SMAN 6 Surabaya .( Red )






