MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Program penguatan sektor peternakan yang digencarkan pemerintah mulai menunjukkan perkembangan positif di tingkat kelompok tani. Salah satu penerima manfaat adalah Kelompok Tani “Taruna Tani Karya Tani Mandiri” di wilayah Kecamatan Kare, yang memperoleh bantuan sebanyak 143 ekor kambing dari dinas pertanian, lengkap dengan fasilitas kandang dan mesin chopper pencacah pakan.
Penyaluran bantuan yang dimulai pada Desember 2025 tersebut awalnya dirancang menggunakan sistem kandang komunal sebagai pusat pengelolaan ternak.
Dalam perjalanannya, dinamika di lapangan memunculkan kebutuhan adaptasi. Sebagian besar kambing bantuan berada dalam kondisi bunting dan mulai memasuki fase melahirkan. Situasi ini membuat sistem kandang terpusat dinilai kurang efektif dalam menjaga kesehatan serta produktivitas ternak.
Untuk mengantisipasi risiko, pengelolaan kemudian dibagi ke beberapa titik. Di Desa Bodag, pemeliharaan dilakukan oleh Eko Prasetyo, sementara di Dusun Babat ditangani oleh Agus. Sebagian ternak lainnya juga ditempatkan di rumah anggota kelompok guna memastikan perawatan lebih intensif, khususnya bagi indukan yang sedang atau pasca melahirkan.

Perubahan sistem dari kandang komunal menjadi tiga lokasi pemeliharaan bukan tanpa dasar. Kebijakan ini telah melalui koordinasi dan mendapatkan persetujuan dari dinas terkait, termasuk dinas ketahanan pangan.
Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek kesejahteraan hewan serta efektivitas pengelolaan, terutama dalam fase reproduksi yang membutuhkan perhatian khusus.
Seiring mulai berkembangnya populasi ternak, kelompok tani menunjukkan optimisme tinggi terhadap keberlanjutan program ini. Selain meningkatkan jumlah ternak, skema pengelolaan adaptif ini diyakini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi anggota.
Ke depan, pola pengelolaan berbasis kondisi riil lapangan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan peternakan kelompok di pedesaan, khususnya dalam menghadapi tantangan teknis yang dinamis.






