SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Tata kelola keuangan yang transparan dan akurat merupakan tulang punggung keberlanjutan sebuah entitas bisnis, terlebih di tengah fluktuasi ekonomi pascapandemi. Menyadari urgensi tersebut, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan skema Magang. Langkah ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan praktik manajerial di lapangan.
Fokus pengabdian kali ini menyasar pada evaluasi proses pengajuan pembayaran dan penjurnalan guna mendukung akurasi laporan arus kas pada sebuah perusahaan ritel mainan berskala besar di Surabaya. Intervensi akademis ini diinisiasi melalui pendampingan intensif oleh Dosen Pembimbing, Dimas Nugroho Dwi Seputro, S.Si., M.B.A., bersama mahasiswa pelaksana, Ayudhia Sakha Widyadana. Keduanya melakukan pembedahan secara komprehensif terhadap siklus likuiditas jangka pendek perusahaan untuk menemukan inefisiensi pencatatan finansial.
Implementasi program ini secara langsung merepresentasikan komitmen institusi terhadap pencapaian SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Dengan mengevaluasi dan merestrukturisasi sistem penjurnalan, sivitas akademika membantu sektor industri ritel dalam meminimalisasi risiko defisit kas operasional. Kesehatan arus kas yang terjaga secara otomatis akan mengamankan stabilitas perusahaan, yang pada gilirannya mampu mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para karyawan.
Keberhasilan program pendampingan ini tidak hanya dirasakan manfaatnya secara internal oleh mitra industri, tetapi juga telah divalidasi secara ilmiah. Hasil temuan lapangan dan rekomendasi strategis yang dirumuskan oleh tim pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur tersebut telah berhasil dipublikasikan dalam Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis (JMEB). Publikasi ini menjadi bukti bahwa intervensi yang dilakukan memiliki landasan empiris yang kuat dan dapat direplikasi oleh entitas bisnis lainnya.
Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu identik dengan kegiatan karitatif, melainkan mencakup pendampingan teknis dan manajerial yang presisi bagi sektor industri. Melalui kajian ini, sinergi antara keilmuan akademik dan kebutuhan praktis industri ritel diharapkan dapat terus berkesinambungan, menjadikan kampus sebagai mitra strategis dalam menopang perekonomian daerah. (Red)
Oleh: Dimas Seputro






