MALANG, Nusantaraabadinews.com – Jagat media sosial belakangan dihebohkan dengan isu kemunculan “pocong abal-abal” yang disebut berkeliaran di wilayah Malang Raya. Narasi tersebut viral usai beredarnya tangkapan layar status WhatsApp hingga video di sejumlah platform media sosial.
Menanggapi kabar yang meresahkan tersebut, Polres Malang memastikan hingga kini belum menerima laporan resmi maupun menemukan fakta terkait keberadaan sosok yang disebut sebagai “pocong begal” sebagaimana ramai diperbincangkan warganet.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“ Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait kejadian sebagaimana yang beredar di media sosial,” kata AKP Bambang, Sabtu (23/5/2026).
Menurut AKP Bambang, narasi yang berkembang di media sosial justru berpotensi memicu keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat apabila disebarluaskan tanpa kepastian fakta.
“Apabila masyarakat menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui layanan kepolisian di nomor 110 agar bisa segera ditindaklanjuti petugas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan masyarakat tidak perlu panik ataupun bertindak sendiri terhadap seseorang yang dicurigai tanpa dasar yang jelas.
“Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru menimbulkan keresahan atau tindakan yang melanggar hukum. Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan kepada petugas,” lanjutnya.
Lebih lanjut, AKP Bambang menyampaikan patroli rutin kepolisian di wilayah Kabupaten Malang tetap berjalan seperti biasa. Patroli dilakukan, termasuk pada malam hari di kawasan permukiman hingga jalur-jalur yang dianggap rawan.
“Kami memastikan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Malang sampai saat ini aman dan kondusif,” tegasnya.
Sebelumnya, isu “pocong abal-abal” ramai diperbincangkan setelah sejumlah unggahan media sosial menyebut adanya sosok menyerupai pocong berkeliaran di beberapa daerah di Jawa Timur. Bahkan, sebagian unggahan mengaitkannya dengan dugaan aksi kriminal berkedok kostum menyeramkan.
Meski demikian, pihak kepolisian meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya agar tidak memicu hoaks dan keresahan publik.






