KEDIRI, Nusantaraabadinews.com– Dinkes Jatim Intervensi Desa Menang melalui implementasi program Intervensi Desa Transformasi Kesehatan (IDTK) di Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Program ini diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat dengan fokus pada perubahan perilaku, sanitasi, dan pengelolaan lingkungan.
Desa Menang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan IDTK sebagai bagian dari upaya mempercepat terwujudnya desa sehat, mandiri, dan berkelanjutan di Jawa Timur.
Penguatan Layanan Kesehatan Berbasis Desa
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melaksanakan sosialisasi dan pendampingan IDTK dengan melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perangkat desa, kader kesehatan, serta lintas sektor terkait.
Program ini menekankan pendekatan promotif dan preventif, termasuk peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, penguatan sanitasi lingkungan, serta pencegahan penyakit berbasis komunitas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Provinsi Jawa Timur Heri Mulyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Kediri Nurul Puspa Irawati, ST., M.Kes., Camat Pagu Nuning Zahro, S.STP., Kepala Puskesmas Pagu drg. Toriq, Kepala Desa Menang Linda Endrawati, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri Meika, serta maestro sanitasi dan perubahan perilaku Dr. Koen Irianto Uripan, S.H., S.M., M.M.
Desa Menang Jadi Lokasi Implementasi IDTK
Camat Pagu Nuning Zahro menegaskan bahwa Desa Menang memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan apabila program IDTK dijalankan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ia menyebut keberhasilan program tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas pembangunan desa secara menyeluruh.
“Apabila Desa Menang berhasil menjadi desa transformasi kesehatan yang baik, desa ini dapat menjadi percontohan bagi desa dan kecamatan lain untuk melakukan studi banding,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam keberhasilan implementasi IDTK di tingkat desa.
Desa Menang Jadi Fokus Penguatan Program
Kepala Puskesmas Pagu, drg. Toriq, menyampaikan bahwa Desa Menang menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi IDTK di Kabupaten Kediri.
Ia menilai dukungan masyarakat dan koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam membangun desa sehat berbasis komunitas.
“Ini merupakan kebanggaan tersendiri karena Desa Menang menjadi bagian penting dalam implementasi Intervensi Desa Transformasi Kesehatan di Jawa Timur,” katanya.
Dr. Koen Tekankan Perubahan Perilaku Sanitasi
Dalam kegiatan tersebut, maestro sanitasi dan perubahan perilaku Dr. Koen Irianto Uripan menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan desa sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat.
Ia menyebut lingkungan dan perilaku manusia memiliki hubungan langsung terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
“Penting bagi kita untuk terus melakukan edukasi agar masyarakat semakin dekat dengan lingkungan. Menjaga lingkungan sama artinya menjaga kesehatan diri sendiri dan generasi mendatang,” ujarnya.
Dr. Koen juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari sistem sanitasi desa. Menurutnya, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.
“Hal paling mendasar adalah perubahan perilaku. Masyarakat harus mampu mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat,” jelasnya.
Pelatihan Pengelolaan Sampah di Desa
Dalam sesi kegiatan, Dr. Koen memberikan pelatihan pengelolaan sampah organik dan anorganik kepada masyarakat Desa Menang. Ia memperkenalkan teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.
Pelatihan ini diarahkan agar masyarakat mampu mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat budaya hidup bersih dan sehat.
Program IDTK di Desa Menang diharapkan menjadi model intervensi kesehatan berbasis masyarakat yang mengintegrasikan sanitasi, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan. Model ini juga diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah di Jawa Timur. (Abie)






