Bupati Jember Perkuat Sinergi dengan Pesantren, Forum Komunikasi Dibentuk untuk Tampung Aspirasi Kiai

  • Whatsapp
IMG 20260721 WA0068

JEMBER, Nusantaraabadinews.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menunjukkan komitmennya dalam memperkuat hubungan dengan pondok pesantren melalui pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren. Forum ini diharapkan menjadi wadah efektif untuk menjalin komunikasi, menyerap aspirasi para kiai, serta mempercepat penyampaian berbagai program pemerintah kepada kalangan pesantren.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., saat menghadiri kegiatan serap aspirasi bersama para kiai dan pengasuh pondok pesantren se-Kecamatan Pakusari di Seger Nusantara, Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati hadir didampingi hampir seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bukti keseriusan Pemkab Jember dalam mendengarkan berbagai masukan dari dunia pesantren.

Di hadapan para kiai, Gus Fawait menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat bersilaturahmi ke setiap pondok pesantren secara langsung. Padatnya agenda pemerintahan membuat pihaknya memilih menggelar forum bersama agar komunikasi lebih efektif dan menjangkau lebih banyak pengasuh pesantren.

“Kami ingin memastikan seluruh aspirasi dari pondok pesantren bisa didengar secara langsung. Karena itu, kami hadir bersama hampir seluruh kepala OPD agar setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Jember akan membentuk grup WhatsApp Forum Komunikasi Pondok Pesantren. Melalui media tersebut, para pengasuh pesantren dapat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, perizinan, bantuan sosial, hingga program beasiswa secara cepat dan mudah.

Menurut Gus Fawait, komunikasi yang terbuka menjadi kunci agar setiap persoalan yang dihadapi pondok pesantren dapat segera memperoleh solusi.

Selain membangun komunikasi, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga citra baik pondok pesantren. Ia menilai, keberadaan ribuan pesantren yang telah lama berkontribusi mencetak generasi berakhlak mulia tidak boleh tercoreng oleh ulah segelintir oknum.

“Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter bangsa. Jangan sampai stigma negatif akibat ulah beberapa orang menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang telah banyak melahirkan generasi berprestasi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Jember juga menegaskan komitmennya memperluas program beasiswa bagi para santri. Program tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak lulusan pesantren yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan akademik, keterampilan, dan kepemimpinan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah daerah dan pondok pesantren, Pemkab Jember optimistis akan lahir generasi santri yang unggul, berdaya saing, serta siap menjadi pemimpin masa depan. (Erman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *