Selorejo, Mojowarno, Jombang, Nusantaraabadinews.com – Kelompok 16 KKN SDGs Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur kembali melaksanakan program kerja di bidang lingkungan dan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan Sistem Water Lock yang diselenggarakan di pertigaan Jalan RT 02, Dusun Selorejo, Desa Selorejo pada (1/8).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi tanaman. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 35 warga RT 02 Dusun Selorejo serta mahasiswa Kelompok 16 KKN SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur. Pelaksanaan program KKN SDGs Kelompok 16 di Desa Selorejo ini berada di bawah bimbingan Dimas Nugroho Dwi Seputro, S.Si., M.B.A. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapat sambutan positif dari para warga. Agenda diawali dengan registrasi dan pembagian snack, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC serta pembagian brosur tata cara pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) secara mandiri. Setelah itu, pemateri memaparkan terkait pengertian Pupuk Organik Cair (POC), alat dan bahan yang digunakan, serta sistem kerja dan tahapan pembuatannya dengan metode water lock. Selanjutnya warga menyaksikan video pembuatan POC sebelum mengikuti demonstrasi penggunaan POC pada tanaman cabai, tomat, kembang kol, pakcoy, dan mawar. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disertai penyerahan bibit tanaman dan POC kepada warga, kemudian ditutup dengan dokumentasi dan foto bersama.
Dalam sambutannya, Koordinator Desa Kelompok 16 KKN SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur, Hafiz Surya Ardiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara sederhana mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Koordinator Desa Kelompok 16 berharap masyarakat dapat menerapkan metode pembuatan POC secara mandiri sehingga kebutuhan pupuk tanaman dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.
Dalam pemaparan, dijelaskan bahwa Pupuk Organik Cair (POC) dibuat melalui fermentasi bahan organik seperti sekam, daun lamtoro, daun kelor, limbah sayur dan buah, serta larutan EM4 dan molase. Sistem water lock digunakan untuk menjaga fermentasi tetap berlangsung secara anaerob sehingga proses berjalan lebih stabil dan optimal. Tahapan pembuatan POC meliputi pencampuran bahan organik ke dalam galon fermentasi, pemasangan selang aerator yang dihubungkan ke botol berisi air, kemudian penyimpanan di tempat teduh selama kurang lebih tujuh sampai empat belas hari hingga POC siap digunakan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penayangan video pembuatan POC dan demonstrasi penggunaan pada tanaman cabai, tomat, kembang kol, pakcoy, dan mawar, termasuk penjelasan mengenai dosis, waktu aplikasi, dan manfaatnya bagi pertumbuhan tanaman serta kesuburan tanah. Pada sesi tanya jawab, warga sangat antusias dan aktif berdiskusi mengenai proses fermentasi dan penggunaan POC, kemudian panitia juga memberikan bibit tanaman dan sampel POC kepada beberapa peserta.
Ibu Vivi Ratnawati selaku warga RT 02, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan sistem water lock. Menurut beliau, kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga yang tersedia di lingkungan sekitar. “Sosialisasi ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan sisa limbah organik yang tersedia di rumah. Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan dilestarikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik secara produktif,” ungkap beliau.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 16 KKN SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur berharap masyarakat dapat memahami dan menerapkan pembuatan pupuk organik cair secara mandiri, memanfaatkan limbah organik rumah tangga dengan lebih bijak, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui praktik pertanian yang ramah lingkungan. (Red)






