Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Ciptakan Alat Penyiram TOGA Otomatis Berbasis IoT di Desa Sidokerto, Kabupaten Jombang

  • Whatsapp
Screenshot 20260826 134137 Word

Sidokerto, Mojowarno, Jombang, Nusantaraabadinews.com Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Kelompok 17 di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, meresmikan inovasi teknologi berupa alat penyiram TOGA (Tanaman Obat Keluarga) otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Peresmian berlangsung pada Senin (20/07/2026) di Balai Desa Sidokerto.

Program KKN Kelompok 17 di Desa Sidokerto ini berada di bawah bimbingan Dimas Nugroho Dwi Seputro, S.Si., M.B.A. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Peresmian tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Sidokerto, Drs. H. Abdul Halim, beserta perangkat desa, para kepala dusun dari Dusun Branjang, Dusun Ngemplak, Dusun Jetak, dan Dusun Budug, serta perwakilan organisasi masyarakat dan warga setempat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan antusiasme dan dukungan yang tinggi terhadap program inovasi yang diusung mahasiswa KKN.

Selama ini, perawatan tanaman TOGA di lingkungan Desa Sidokerto kerap terkendala oleh keterbatasan waktu warga untuk melakukan penyiraman secara rutin. Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 17 merancang sistem penyiraman otomatis yang menggunakan sensor canggih dan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali seluruh sistem.

Alat ini bekerja dengan memantau kelembaban tanah secara berkelanjutan. Ketika tanah terdeteksi kering, sistem akan otomatis mengaktifkan penyiraman tanpa memerlukan intervensi manusia. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi sensor suhu dan kelembapan udara, serta sensor ketinggian air pada tangki penampungan, sehingga ketersediaan air dapat terus dipantau dan tidak habis saat dibutuhkan.
Salah satu keunggulan utama alat ini adalah kemampuannya terhubung dengan aplikasi Blynk melalui jaringan Wi-Fi.

Screenshot 20260826 134152 WordMelalui fitur tersebut, data kondisi tanaman seperti kelembapan tanah, suhu udara, dan ketersediaan air dapat dipantau langsung melalui ponsel kapan pun dan di mana pun tanpa harus datang ke lokasi. Selain itu, informasi kondisi tanaman juga ditampilkan secara langsung pada layar LCD yang terpasang pada alat, sehingga memudahkan warga sekitar untuk memantau kondisi tanaman secara real time.

Tidak hanya pada aspek penyiraman, mahasiswa KKN Kelompok 17 juga menghadirkan inovasi pada aspek pemupukan tanaman TOGA melalui pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC). Pupuk yang digunakan bukan pupuk kimia, melainkan pupuk organik hasil pengolahan limbah sampah organik warga setempat. Sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran dan buah dikumpulkan, kemudian diolah menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan sebagai nutrisi bagi tanaman TOGA. Inovasi ini tidak hanya mendukung pertumbuhan tanaman secara alami dan ramah lingkungan, tetapi juga membantu mengurangi volume sampah organik yang biasanya terbuang percuma, sekaligus mengedukasi warga mengenai praktik pengelolaan sampah berbasis zero waste di lingkungan desa.

Screenshot 20260826 134210 WordBima Ardiansyah, mahasiswa Program Studi Teknik Industri UPN “Veteran” Jawa Timur yang mengusulkan program kerja tersebut, menjelaskan bahwa inovasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sidokerto. Manfaat tersebut antara lain menghemat waktu dan tenaga karena penyiraman tidak lagi harus dilakukan secara

manual setiap hari, mengurangi penggunaan air karena penyiraman hanya dilakukan ketika tanah benar-benar membutuhkan, memudahkan warga memantau kondisi tanaman meski sedang beraktivitas di luar rumah, memanfaatkan limbah sampah organik menjadi pupuk bernilai guna, serta menjaga kualitas tanaman TOGA agar tetap tumbuh optimal dan terus dimanfaatkan sebagai obat keluarga.

Screenshot 20260826 134221 WordKepala Desa Sidokerto, Bapak H. Abdul Halim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN Kelompok 17 yang telah menghadirkan teknologi tepat guna bagi masyarakat desa. Beliau berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga, tidak hanya untuk tanaman TOGA, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai jenis tanaman lain di lingkungan desa, termasuk sektor pertanian. Masyarakat yang hadir turut menyambut baik program tersebut dan menyatakan kesiapan mereka untuk menjaga serta merawat alat yang telah diserahkan agar dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Dengan diresmikannya alat penyiram tanaman TOGA berbasis IoT serta pemanfaatan pupuk organik dari limbah sampah rumah tangga ini, Desa Sidokerto diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi sederhana dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan tanaman obat keluarga secara modern dan efisien. Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas permasalahan sehari-hari melalui pemanfaatan teknologi. (Red)

Kelompok KKN 17 Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *