Diskominfo Jatim dan Jateng Jalin Kerja Sama Perkuat Sinergi Digital

  • Whatsapp
Screenshot 20250130 194910 Chrome

SEMARANG, Nusantaraabadinews.com Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah resmi menjalin kerja sama strategis. Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini mencakup berbagai aspek penting di bidang komunikasi, informatika, persandian, dan statistik.

Kegiatan yang berlangsung di Semarang, Kamis (30/1/2025) ini menjadi tonggak penting bagi kedua provinsi dalam mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan efektif.

Kolaborasi antara Diskominfo Jatim dan Jateng ini mencakup empat ruang lingkup utama, yaitu:

1. Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik. Memastikan penyebaran informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat serta memperkuat peran media pemerintah dalam mendukung kebijakan publik.

2. Pengembangan Aplikasi Informatika. Meningkatkan efisiensi layanan digital dengan membangun dan mengintegrasikan aplikasi yang menunjang kebutuhan pemerintahan daerah dan masyarakat.

3. Peningkatan Penyelenggaraan Statistik Sektoral. Memperkuat sistem data dan statistik sektoral sebagai landasan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan berbasis data.

4.Pengelolaan Keamanan Informasi dan Persandian. Menjaga keamanan data pemerintahan dari ancaman siber serta memastikan perlindungan informasi sensitif yang dikelola oleh kedua daerah.

Dadang Somantri, Plt. Kepala Diskominfo Jateng, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Screenshot 20250130 194924 Chrome“Sebagai lembaga strategis, Diskominfo berperan sebagai tulang punggung dan urat nadi dalam pelayanan publik. PKS ini dilakukan untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antar daerah serta bagian dari pengabdian lembaga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dadang.

Di sisi lain, Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyatakan bahwa Jawa Timur dan Jawa Tengah akan terus belajar bersama dalam berbagai aspek digitalisasi pemerintahan.

“Jawa Timur dan Jawa Tengah akan terus belajar bersama, baik terkait SPBE, Indeks Pembangunan Statistik, hingga pengelolaan pusat data. Melalui PKS ini, kolaborasi dalam membangun transformasi digital antara Jawa Tengah dan Jawa Timur diharapkan dapat berjalan lebih optimal,” tutur Sherlita.

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama ini, mengingat pentingnya integrasi sistem digital antarprovinsi guna meningkatkan efisiensi pemerintahan.

Kerja sama ini menegaskan komitmen kedua provinsi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih maju melalui pemanfaatan teknologi. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan inovasi digital yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dalam hal keterbukaan informasi, layanan publik, maupun perlindungan data.

Langkah strategis ini juga membuka peluang bagi provinsi lain untuk bergabung dalam kolaborasi lintas daerah, sehingga transformasi digital di Indonesia dapat berjalan lebih merata dan optimal.

Sebagai dua provinsi besar di Indonesia, Jawa Timur dan Jawa Tengah telah menunjukkan bahwa sinergi digital bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata dalam menghadapi tantangan zaman. (jal/hjr)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *