Terima Hibah Bus dari SPS dan SMB, ITS Buka Peluang Riset Pengganti Impor

  • Whatsapp
Img 20250714 Wa0119

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerima hibah satu unit bus operasional dari SPS Corporate dan SMB Group.

Bantuan ini tidak sekadar dukungan mobilitas civitas akademika, melainkan juga bagian dari komitmen dua korporasi tersebut dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya terkait mobilitas civitas akademika ITS.

Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati menegaskan bus ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan mahasiswa maupun dosen, mulai dari lomba hingga kunjungan industri.

“Mahasiswa sering menggunakan transportasi darat untuk kegiatan luar kampus. Tapi tidak hanya untuk mahasiswa, dosen yang melakukan kunjungan juga bisa memanfaatkannya,” ujar Bambang Pramujati usai serah terima bus dari perwakilan SPS Corporate dan SMB Group di halaman Rektorat ITS, Senin (14/07/25).

Bambang menambahkan, hubungan antara ITS dan SPS Corporate bukan relasi baru. Banyak alumni ITS yang kini berkarier di SPS. Ini membuktikan kuatnya jejaring kampus dengan dunia usaha.

Namun, kolaborasi ini tak berhenti di donasi kendaraan. Bambang mengungkapkan bahwa ITS dan SPS sedang memetakan potensi kerja sama strategis, terutama di bidang riset untuk substitusi impor.

“Salah satu niat besar dari SPS adalah mengganti produk-produk impor dengan buatan dalam negeri. Kami dari ITS siap berkontribusi lewat riset dan inovasi teknologi,” jelasnya.

Tim dari ITS, termasuk dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, telah mengunjungi fasilitas SPS Corporate untuk memetakan potensi kolaborasi, misalnya dalam pengembangan bahan kimia industri yang bisa diproduksi lokal melalui penelitian dosen dan mahasiswa ITS.

Menurut Prof. Bambang, ITS sebagai kampus teknologi memang tidak bisa dilepaskan dari peran industri.

“Sebagai kampus teknologi, kerja sama industri adalah bagian dari DNA ITS,” imbuh Bambang. Ia berharap sinergi ini ke depan menyentuh pengembangan mesin industri, agar ketergantungan pada teknologi asing bisa ditekan.

Hal senada disampaikan Presiden Direktur PT Sun Paper Source, Ronald Rusco, yang juga alumni ITS. Ia menegaskan, pemberian hibah ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi ITS dalam membentuk sumber daya manusia unggul.

“Menjelang 30 tahun perusahaan kami berdiri, kami ingin berkontribusi nyata pada institusi yang telah berjasa, dan ITS menjadi salah satunya,” terangnya.

Menurut Ronald, banyak bahan kimia dalam industri mereka masih harus diimpor. Padahal, setelah berdiskusi dengan tim Teknik Kimia ITS, diketahui bahan-bahan itu bisa diproduksi lokal melalui kolaborasi riset.

Selain bahan kimia, kolaborasi juga diarahkan pada perancangan dan pembuatan mesin industri yang selama ini masih didatangkan dari luar negeri.

“ITS punya potensi besar lewat Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan bidang lainnya. Kami yakin kolaborasi ini bisa jadi kunci kemandirian teknologi nasional,” jelas Ronald.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *