SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Olah raga sepeda Push Bike kian digandrungi warga Kota Surabaya. Terlebih tren ini dianggap dapat melatih keseimbangan anak-anak sejak dini.
Heroes Runbike School (HRS), akademi Push Bike yang ada di Kota Surabaya, berupaya mewujudkannya melalui sejumlah program untuk anak didiknya.
Tidak hanya melatih fisik dan teknik bersepeda anak, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.
Pelatih HRS, Fathoni mengatakan program latihan dirancang menyerupai sistem akademik, lengkap dengan rapor perkembangan anak yang dievaluasi setiap triwulan.
“HRS ini bukan sekadar tempat latihan. Di sini ada pendekatan psikologis, ada bonding orang tua dan anak, seperti akademi sekolah. Anak-anak juga akan menerima rapor perkembangan, bukan hanya soal teknik balap,” ungkap Fathoni usai menggelar Latihan Bersama (Latsar) dengan berbagai komunitas di Lapangan Kodam Brawijaya Surabaya, Minggu (27/07/25).
Fathoni menjelaskan, latihan tidak hanya difokuskan pada teknik, tetapi suasana yang menyenangkan dan membangun keterikatan emosional.
“Kami sengaja latihan saat matahari pagi karena ini bagus untuk bonding, terutama usia 2-3 tahun yang memang butuh pendekatan ekstra,” kata Fathoni.
Tujuannya agar para rider muda mendapat pengalaman bertanding dan bertemu komunitas lebih luas.
“Target kami, anak-anak bisa tampil di event internasional seperti ke Malaysia. Perlengkapan dan tim pelatih kami sudah siap,” ujar Fathoni.
Saat ini, HRS memiliki sekitar 30 peserta aktif. Fathoni optimistis olahraga Push Bike di Indonesia semakin berkembang.
Ia bahkan menyebut sudah ada asosiasi push bike di Jatim yang tengah mengupayakan pembentukan kontingen anak di masa mendatang.
Guna mendukung hal tersebut, anak-anak dibekali perlengkapan balap standar, termasuk sepeda karbon ringan dan helm pelindung sesuai regulasi kompetisi.
Salah seorang orang tua siswa HRS, Rio Hardiatma, mengaku memilih HRS karena pendekatannya yang terstruktur dan mendukung perkembangan mental anak.
“Saya ingin anak saya punya keberanian dan jiwa kompetisi. Di sini dia bisa belajar non-akademik sambil tetap senang bermain sepeda,” jelasnya.
Rio menambahkan, putranya yang lahir tahun 2018 mulai bergabung sejak 2023 dan menunjukkan perkembangan signifikan.
“Sekolah push bike banyak, tetapi yang modelnya seperti akademi cuma sedikit. Menurut saya, HRS adalah pilihan yang tepat,” tambah Rio.
Sementara itu, latihan HRS digelar rutin setiap Rabu di Balai Kota dan Minggu di Kodam, dengan peserta anak usia 2–9 tahun.(**)






