Kabar Duka dari Gunung Slamet: Pendaki Asal Sukabumi Meninggal Dunia Usai Mengeluh Sakit

  • Whatsapp
Compress 20250727 181202 2752
Tim SAR mengevakuasi pendaki yang sakit di Gunung Slamet

PURBALINGGA, Nusantaraabadinews.com – Duka menyelimuti dunia pendakian. Seorang pendaki bernama Yuswandi, asal Sukabumi, meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Slamet, Jawa Tengah, Sabtu (26/07/2025). Korban sempat mengeluh sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Pos 5.

Peristiwa memilukan ini terjadi saat Yuswandi melakukan pendakian bersama istrinya Atik Kusmiati dan seorang porter bernama Ahmad Fauzi asal Wonosobo. Ketiganya memulai perjalanan dari basecamp pada pukul 10.00 WIB dengan tujuan bermalam di Pos 5 dan melanjutkan ke puncak pada keesokan harinya.

Compress 20250727 181202 2752
Tim SAR mengevakuasi pendaki yang sakit di Gunung Slamet

Namun, situasi berubah drastis ketika mereka tiba di Pos 5 sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah mendirikan tenda dan beristirahat, sekitar pukul 15.30 WIB, Yuswandi tiba-tiba mengeluh sakit dan tidak lama kemudian tak sadarkan diri.

Melihat kondisi darurat tersebut, porter Ahmad Fauzi segera turun kembali ke basecamp untuk meminta pertolongan. Ia mulai turun sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung memberikan laporan ke petugas.

Menerima laporan adanya pendaki dalam kondisi kritis, tim SAR gabungan segera diterjunkan. Satu tim awal dikerahkan ke lokasi, dan tiga tim tambahan menyusul untuk memperkuat proses evakuasi.

Tim berhasil mencapai lokasi dan melakukan proses penurunan jenazah dengan prosedur keselamatan dan kehati-hatian tinggi. Setelah menempuh perjalanan panjang di medan yang berat, korban berhasil dievakuasi ke titik penjemputan pada pukul 00.30 WIB, Minggu dini hari (27/07).

Sesampainya di bawah, jenazah langsung diperiksa oleh tim medis dari RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan disaksikan oleh tim SAR serta pihak keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pendaki agar senantiasa memperhatikan kondisi fisik sebelum dan selama pendakian. Gunung Slamet yang dikenal memiliki trek berat dan suhu ekstrem, membutuhkan kesiapan baik secara fisik maupun perlengkapan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya korban. Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor kelelahan atau gangguan kesehatan mendadak.

Media online Nusantaraabadinews.com akan terus mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang dan memberikan kabar terkini jika ada pernyataan resmi lanjutan dari SAR maupun rumah sakit.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *