Siapkan Keterampilan Masa Depan, PKM EDU UPN Veteran Jatim Perkuat Computational Thinking Siswa Melalui Robotika

  • Whatsapp
Screenshot 20260826 132707 Word

SURABAYA, Nusantaraabadinews.comKemampuan computational thinking semakin penting di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan otomatisasi. Keterampilan tersebut bukan sekadar kemampuan melakukan pemrograman, melainkan cara berpikir sistematis untuk memahami masalah, menemukan pola, menyusun solusi, dan mengevaluasi hasil. Upaya menanamkan keterampilan tersebut sejak usia dini dilakukan tim PKM EDU UPN โ€œVeteranโ€ Jawa Timur melalui kolaborasi dengan KIDO Robot Malang.

Program bertajuk Pengembangan Model Pembelajaran Robotika Adaptif Berbasis Project-Based STEAM tersebut diketuai oleh Hazna At Thooriqoh, S.Tr.Kom., M.Kom., dengan anggota dosen Ardhon Rakhmadi, S.Tr.T., M.Kom., Dimas Nugroho Dwi Seputro, S.Si., M.B.A. dan Budi Mukhamad Mulyo, S.Kom., M.T.

Model pembelajaran dirancang untuk menjawab perbedaan tingkat kemampuan siswa dalam belajar robotika. Tingkat kompleksitas proyek dapat disesuaikan sehingga peserta didik tidak hanya mengikuti instruksi teknis, tetapi memperoleh ruang untuk mengeksplorasi masalah dan menemukan solusi.

Melalui Project-Based STEAM, siswa diarahkan melalui proses merancang, membangun, mencoba, hingga mengevaluasi proyek robotika. Robot line follower menjadi salah satu media pembelajaran untuk memperkenalkan hubungan antara logika pemrograman dengan perilaku sebuah sistem teknologi.

Tidak hanya siswa, program juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas mitra melalui penyusunan model pembelajaran, modul berbasis proyek, panduan implementasi, serta instrumen evaluasi computational thinking. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pembelajaran robotika di KIDO Robot Malang.

Program tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan SDGs 4: Quality Education, terutama melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Sementara itu, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga edukasi teknologi menjadi implementasi SDGs 17: Partnerships for the Goals untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan. (Red)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *