Dendam di Dunia Maya: Pemuda Dibacok Celurit di Lorong Hotel Djagalan, Satu Pelaku Ditangkap

  • Whatsapp
Compress 20251111 191330 0891~2
Foto: polisi mengamankan pelaku pengeroyokan bersenjata tajam di Surabaya

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Aksi pengeroyokan berdarah mengguncang kawasan lorong Hotel Djagalan Raya, Surabaya, Sabtu (8/11/2025) dini hari. Seorang pemuda berinisial HD (25), warga Jalan Kapas Madya, Tambaksari, menjadi korban serangan brutal dengan senjata tajam jenis celurit yang dilakukan oleh empat pria, salah satunya berhasil ditangkap Polsek Pabean Cantikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Korban harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka bacok serius di pinggang, leher, dan punggung akibat serangan yang diduga dipicu oleh dendam pribadi pelaku utama, AH (28), seorang tukang parkir asal Petukangan, Surabaya.

Compress 20251111 191330 0891~2
Foto: polisi mengamankan pelaku pengeroyokan bersenjata tajam di Surabaya

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mewakili Kapolsek Pabean Cantikan, Kompol Eko Adi Wibowo, membenarkan peristiwa berdarah tersebut. Menurutnya, tragedi ini berawal dari interaksi AH dengan seorang perempuan berinisial SA melalui aplikasi kencan daring ME Chat pada akhir September 2025.

“AH sempat membuat janji bertemu di Hotel Djagalan setelah terjadi kesepakatan transaksi sejumlah uang. Namun, ketika berhadapan langsung, AH kecewa karena wajah perempuan itu berbeda jauh dengan foto di aplikasi,” ungkap Iptu Suroto, Selasa (11/11/2025).

Merasa tertipu, AH membatalkan pertemuan itu dan hanya memberikan uang tunai Rp150 ribu sebagai bentuk ‘ganti rugi’. Namun di saat turun dari hotel, AH bertemu HD, yang tiba-tiba menegurnya tanpa alasan jelas. “Pertemuan singkat itu memicu ketegangan dan meninggalkan dendam mendalam di hati AH,” ujar Suroto.

Beberapa minggu kemudian, pada Sabtu malam (8/11), AH kembali ke Hotel Djagalan dan bertemu lagi dengan HD. Setelah sempat pergi mengantar temannya ke tempat hiburan malam, AH pulang untuk mengambil celurit. Ia juga menghubungi kakaknya AZ (DPO) serta dua rekannya, AK (DPO) dan Mas (DPO), untuk melancarkan aksi balas dendam.

“AH menghubungi mereka dan mengatakan bahwa ia akan membuat perhitungan dengan seseorang,” kata penyidik Polsek Pabean Cantikan menirukan pengakuan pelaku.

Setibanya di lokasi, AZ langsung menyeret HD ke lorong hotel dan memukulinya hingga kepala korban dibenturkan ke tembok. Saat korban terjatuh tak berdaya, AH datang menghampiri dan mengayunkan celurit berkali-kali ke arah tubuh korban hingga bersimbah darah.

Korban mengalami luka bacok parah di pinggang kiri, luka di leher bawah telinga kiri, serta sayatan di punggung. Setelah itu, para pelaku melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.

Polisi bergerak cepat melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan, AH berhasil diamankan, sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami mengapresiasi kerja cepat tim di lapangan. Satu pelaku utama sudah kami amankan dan saat ini kami terus melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya yang sudah masuk DPO,” tegas Iptu Suroto.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting, antara lain satu kaos hitam, satu helm putih merek KYT, dan satu bilah celurit yang digunakan untuk menyerang korban.

Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam berinteraksi di dunia maya, terutama dalam penggunaan aplikasi kencan daring. “Kasus ini menjadi pelajaran bahwa pertemuan yang bermula dari dunia maya bisa berujung fatal jika tidak disikapi dengan hati-hati dan emosi yang terkendali,” tutup Iptu Suroto.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *