Viral BBM Pertalite Diduga Tercampur Air, Polres Lamongan Turun Cek SPBU Banaran

  • Whatsapp
Foto: Petugas Satreskrim Polres Lamongan melakukan pengecekan BBM Pertalite di SPBU Banaran Babat Lamongan
Foto: Petugas Satreskrim Polres Lamongan melakukan pengecekan BBM Pertalite di SPBU Banaran Babat Lamongan

LAMONGAN, Nusantaraabadinews.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Lamongan bergerak cepat melakukan pengecekan dugaan tercampurnya air pada Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite di SPBU 54.622.05 Desa Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Langkah cepat ini dilakukan menyusul beredarnya video dan unggahan viral di media sosial Instagram melalui akun Info Babat yang memuat keluhan masyarakat.

Pengecekan lapangan dilaksanakan oleh personel Satreskrim Polres Lamongan bersama Unit Reskrim Polsek Babat dengan melibatkan pihak pengelola SPBU setempat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa malam, 23 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 WIB hingga selesai.

Bacaan Lainnya

Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid S.Pd, menjelaskan bahwa pengecekan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang berkembang di media sosial.

Foto: Petugas Satreskrim Polres Lamongan melakukan pengecekan BBM Pertalite di SPBU Banaran Babat Lamongan
Foto: Petugas Satreskrim Polres Lamongan melakukan pengecekan BBM Pertalite di SPBU Banaran Babat Lamongan

“Pengecekan ini merupakan respons cepat Polres Lamongan atas laporan masyarakat yang beredar di media sosial terkait dugaan tercampurnya air pada BBM Pertalite di SPBU tersebut,” jelas Hamzaid, Rabu, 24 Desember 2025.

Dari hasil klarifikasi awal, diketahui bahwa komplain pelanggan terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB. Keluhan datang dari delapan pelanggan pengguna sepeda motor jenis matic yang mengalami gangguan mesin usai melakukan pengisian BBM Pertalite di Pulau 2 atau Dispenser 2.

Gangguan yang dialami konsumen bervariasi, mulai dari kendaraan yang tidak bisa distarter hingga mesin tidak dapat menyala sama sekali setelah meninggalkan area SPBU. Menyikapi kondisi tersebut, pihak pengelola SPBU langsung menutup pelayanan pengisian BBM di Pulau 2 sekitar pukul 20.30 WIB.

Operator SPBU kemudian melakukan pengecekan awal dengan mengambil sampel BBM Pertalite ke dalam botol air mineral. Dari hasil pengamatan visual, BBM terlihat berwarna biru keputihan dan diduga telah tercampur air.

“Hasil pengecekan visual menunjukkan BBM Pertalite berwarna biru keputihan yang diduga telah tercampur air,” ungkap Hamzaid.

Petugas kepolisian bersama pihak SPBU selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap tandon bawah tanah atau tangki pendam BBM Pertalite yang masih berisi sekitar 5.000 liter. Pemeriksaan dilakukan menggunakan pasta air khusus.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan adanya campuran air dengan ketinggian sekitar 8 sentimeter di dalam tangki pendam.

“Adanya campuran air di dalam tandon pendam tersebut diduga akibat rembesan air hujan yang masuk melalui penutup tandon,” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen, pihak SPBU Banaran telah menindaklanjuti keluhan pelanggan dengan memberikan uang ganti rugi. Selain itu, kendaraan pelanggan yang terdampak juga dibawa ke bengkel untuk dilakukan perbaikan.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kerugian konsumen dapat tertangani serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan SPBU.

Lebih lanjut, IPDA M. Hamzaid menegaskan bahwa Satreskrim Polres Lamongan akan melakukan klarifikasi lebih mendalam terhadap pihak SPBU, baik pengawas maupun operator. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Pertamina Patra Niaga Surabaya.

“Polres Lamongan akan terus memantau dan mendalami kejadian ini guna memastikan perlindungan terhadap konsumen serta mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *