Tiga Hari Mengabdi, GAS Gerakkan Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan dan Ekonomi Desa Penanggungan melalui Media Inovatif

  • Whatsapp
Screenshot 20260110 205431 Chrome

MOJOKERTO, Nusantaraabadinews.com GAS (Generasi Abdi Surabaya) kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui program GASTRIP 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, 26–28 Desember 2025, di Dusun Penanggungan, Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.

Sejak hari pertama, tim langsung terjun ke lapangan untuk berinteraksi dengan warga setempat. Observasi dan diskusi bersama karang taruna serta perangkat desa dilakukan untuk memahami lebih dalam kondisi dan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjalin hubungan baik dengan warga setempat.

Pemberdayaan Pendidikan, Kesehatan, dan Lingkungan Mengundang Antusias Warga

Fokus pengabdian mengarah pada tiga bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Di bidang pendidikan, GAS menggelar kegiatan mengajar anak-anak desa dengan metode yang interaktif dan menyenangkan melalui tiga materi yakni PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), kenali dirimu, dan peta buta nusantara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar tambahan bagi anak-anak, tetapi juga mendorong semangat dan minat belajar mereka.

Img 20260110 Wa0066Aspek kesehatan juga menjadi perhatian melalui kegiatan senam bersama ibu-ibu desa yang dikemas santai dan penuh kebersamaan. Tak hanya itu, GASTRIP turut mengenalkan minuman berkhasiat JALEMA (Jahe, Lemon, Madu, dan Kayu Manis). Dalam kegiatan ini, ibu-ibu tidak hanya diajak membuat JALEMA, tetapi juga mengetahui dan memahami manfaat serta kandungan alami yang baik bagi kesehatan.

Sementara itu, pada bidang lingkungan, GASTRIP mengusung konsep Zero Waste. Program ini direalisasikan melalui pembuatan bak sampah dari barang bekas sebagai upaya pengelolaan sampah rumah tangga. Selain itu, GASTRIP juga memperkenalkan Zero Waste Farming dengan mengolah kotoran hewan ternak sapi menjadi pupuk kompos. Melalui kegiatan ini, diperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan dan proses penguraian limbah peternakan menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomis.

Dorong Ekonomi Warga Melalui Digitalisasi Peternakan

Selain kegiatan sosial dan lingkungan, GASTRIP 2025 juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat. Desa Penanggungan memiliki potensi besar di sektor peternakan kambing, namun selama ini peternak masih menghadapi persoalan rendahnya harga jual akibat terbatasnya akses pemasaran.

Menjawab persoalan tersebut, GAS menghadirkan inovasi digitalisasi peternakan melalui pengembangan website peternakan. Melalui platform ini, informasi penjualan kambing dapat diakses secara luas, pemesanan dapat dilakukan secara daring, serta komunikasi antara pembeli dan peternak dapat terjalin secara langsung. Website tersebut juga memuat berbagai informasi dan berita desa sebagai sarana promosi potensi lokal.

Img 20260110 Wa0063Ketua Umum GAS, Farel Fhelia Widodo menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk realisasi pengetahuan yang telah didapatkan di dunia perkuliahan untuk membantu permasalahan masyarakat setempat. Menurutnya, di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk peternakan sekaligus memperluas jangkauan pasar peternak lokal.

Dorong Dampak Jangka Panjang

“Kami berharap kegiatan GASTRIP 2025 tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Penanggungan,” ujar Vaneza Ika Artamevia selaku Ketua Pelaksana GASTRIP 2025.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud peran aktif generasi muda dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa, khususnya dalam penguatan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi lokal. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *