Saat Limbah Bercerita Limbah Batik Gedi Jadi Lilin dan Limbah Daun Menjadi Karya Seni

  • Whatsapp
IMG 20260213 WA0011

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – 12 Februari 2026
Sekolah YPPI – 1 Surabaya membuka ruang perjumpaan lintas budaya yang hangat melalui seni
dan kepedulian lingkungan. Dalam kunjungan CommTECH Camp Insight 2026 ada 46 mahasiswa
dan dosen asing dari 29 universitas international dari 10 negara. Sekolah YPPI – 1 menghadirkan
pengalaman yang berbeda melalui pegelolaan limbah Batik Gedi menjadi karya bernilai sekaligus
mengenal cara merawat alam melalui kreativitas.

Melalui kegiatan ini semua mahasiswa dan dosen asing yang datang diajak menyentuh langsung
proses transformasi limbah. Sisa limbah Batik Gedi yang biasa dibuang diolah menjadi Lilin Aroma
Terapi, sesuai dengan motto YPPI School for Life, maka SMP YPPI – 1 mengambil core Ecological
Awarness untuk menghasilkan kreasi karya yang berdaya guna dari hal-hal yang sederhana.

Sisa limbah Batik Gedi untuk malam/lilinya dapat digunakan juga sebagai bahan mencanting Kain
Batik Gedi. Lilin/malam sisa limbah Batik Gedi juga dapat diletakkan di dalam kolam yang ada
tanaman Enceng Gondok dimana air sisa malam/lilin dari limbah Batik Gedi yang semula bersifat
basa menjadi netral yang artinya limbah Batik Gedi dapat dibuang dengan aman tanpa
membahayakan lingkungan.
Karya seni dikolaborasikan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) merupakan kombinasi
yang apik untuk keberlangsungan budaya dan lingkungan.

Selain pengolahan sisa limbah Batik
Gedi, olahan produk lain dari Daun Gedi yang disajikan untuk para Tamu CommTECH Camp
Insight 2026 yang hadir saat ini adalah Produk D’ Gedi Food, diantaranya Siomay Gedi, Nasi Bakar
Gedi, G-Stick (olahan makanan stik berbahan daun Gedi) dan G-Fit (olahan minuman yang
berbahan buah Mengkudu), disediakan juga minuman Sinom yang bahan dasarnya
mengambil/diusahakan dari Greenhouse Sekolah.

IMG 20260213 WA0012 IMG 20260213 WA0006Selain produk olahan makanan diatas, para tamu juga dikenalkan langsung kerajinan yang
dihasilkan oleh SMP YPPI -1 yang berlokasi di JL. Donokerto XI No. 18-20 Surabaya, diantaranya
Kertas Daur Ulang Gedi, yang memanfaatkan Daun Gedi sebagai bahan utama untuk pembuatan
kertas. Kertas Gedi memiliki keunikan dimana kertasnya memiliki tekstur yang unik dan memiliki
aroma yang cenderung lebih harum dibandingkan kertas lain. Daur Ulang Daun Gedi ini Sekolah
YPPI – 1 sudah mendapatkan Hak Cipta dari Kemenkumham. Disamping itu kerajinan limbah
Daun Gedi juga bisa didaur ulang menjadi kerajinan kreasi bunga kering dan sebagian juga
dijadikan kompos untuk tanaman di lingkungan sekolah.

IMG 20260213 WA0004Mahasiswa dan dosen Asing yang hadir juga dikenalkan dan praktek langsung melukis dengan
teknis melukis di media papan kayu (Pyograph), melukis dengan menggunakan alat pemanas atau
solder untuk menggambar pola gambar yang diinginkan. Kerajinan lainnya yang disuguhkan juga
ada kerajinan serat yang berasal dari serat pelepah pisang dan serat daun pandan berupa Wall
Decoration, Alas Gelas, Cover Toples dan Aroma Terapi Gantung.
Tak kalah penting juga ada Produk Batik Gedi dengan Motif Daun Gedi yang merupakan produk
unggulan SMP YPPI – 1, Motif Batik dengan Daun Gedi sudah mendapatkan Hak Cipta dari
Kemenkumham, produk ini merupakan pengembangan membatik yang ramah lingkungan.

Dengan berbagai kreasi produk dan kerajinan yang dihasilkan oleh sekolah, diharapkan dapat
memberikan kesan positif dan unik bagi seluruh tamu internasinal yang datang serta dapat
menginspirasi masyarakat luas.
Seluruh kegiatan diatas untuk mengedepankan fokus utama yakni SDGS (Sustainable
Development Goals) yang berkaitan dengan pemanfaatan lingkungan sekolah untuk memberikan
dampak positif dan berkelanjutan bagi seluruh warga sekolah maupun masyarakat luas.
Nara sumber : Dra. Titris Hariyanti Utami, M.Si. Kepala SMP YPPI – 1 (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *