SAMPANG, Nusantaraabadinews.com – Sejumlah warga Dusun Mondis Laok, Desa Sokobanah Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, menyampaikan keresahan mereka terkait dugaan aktivitas sabung ayam yang disebut-sebut rutin berlangsung setiap hari Senin dan Selasa di wilayah tersebut. Keberadaan arena yang diduga digunakan untuk kegiatan tersebut dinilai telah mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang kurang baik bagi lingkungan sekitar.
Keresahan warga semakin meningkat karena lokasi arena yang dimaksud berada di jalur akses menuju pondok pesantren yang setiap hari dilalui para santri, wali santri, dan masyarakat umum. Warga menilai keberadaan aktivitas tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini dijunjung oleh masyarakat setempat yang dikenal religius.
Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda setempat pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Sampang, untuk segera turun tangan melakukan pengecekan dan penertiban apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.
Salah seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial S mengungkapkan bahwa warga telah lama memperhatikan aktivitas yang diduga sebagai arena sabung ayam tersebut. Menurutnya, masyarakat berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang guna menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.
“Kami mewakili tokoh masyarakat dan pemuda meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya Polres Sampang, untuk segera menutup arena sabung ayam yang berada di Dusun Mondis Laok karena sudah meresahkan masyarakat,” ujar S, Minggu (14/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa keberadaan arena tersebut menjadi perhatian warga karena lokasinya berada di jalur yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas, termasuk akses menuju pondok pesantren.
“Jalan itu merupakan akses yang digunakan masyarakat dan para santri menuju pondok pesantren. Kami berharap lingkungan sekitar tetap kondusif dan terbebas dari aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban,” katanya.
Menurut S, selain menimbulkan keresahan, aktivitas yang diduga berlangsung secara rutin itu juga dikhawatirkan dapat memberikan pengaruh negatif terhadap generasi muda yang tinggal di sekitar lokasi. Karena itu, warga berharap aparat dapat segera melakukan verifikasi langsung guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang.
Ia menambahkan, masyarakat tidak ingin muncul stigma negatif terhadap wilayah mereka akibat adanya dugaan aktivitas yang dianggap bertentangan dengan norma sosial dan hukum yang berlaku.
“Kami berharap aparat segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi agar masyarakat mendapatkan kepastian. Jika memang terbukti ada aktivitas tersebut, tentu kami berharap ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Lebih lanjut, S menyebut bahwa berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, aktivitas tersebut diduga dikoordinatori oleh seseorang yang dikenal dengan inisial M. Namun demikian, warga menyerahkan sepenuhnya proses penelusuran dan pembuktian kepada aparat penegak hukum.
“Dari informasi yang kami peroleh di lapangan, aktivitas sabung ayam itu diduga dikoordinatori oleh seseorang yang dikenal warga dengan inisial M. Kami berharap aparat kepolisian dapat menelusuri dan memastikan kebenaran informasi tersebut,” kata S.
Warga berharap laporan dan aspirasi yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang. Mereka menginginkan lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif bagi aktivitas keagamaan, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan aktivitas sabung ayam yang disebut berlangsung di Dusun Mondis Laok, Desa Sokobanah Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Masyarakat masih menunggu langkah dan respons dari aparat penegak hukum guna memberikan kepastian atas informasi yang berkembang di tengah warga.
Masyarakat berharap penanganan yang dilakukan nantinya dapat berlangsung secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. (Red)






