Bukan Menggantikan Guru, UPN Veteran Jatim Kenalkan Structured Prompting AI untuk Guru SDN Sidoharjo 2

  • Whatsapp
Screenshot 20260827 130254 Word

MALANG, Nusantaraabadinews.com Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan semakin berkembang. Namun, kemampuan menggunakan AI tidak cukup hanya dengan mengetik pertanyaan dan menerima jawaban. Guru perlu mengetahui bagaimana memberikan instruksi yang tepat agar keluaran AI sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa.

Berangkat dari tantangan tersebut, tim dosen UPN “Veteran” Jawa Timur menghadirkan program PKM EDU di SDN Sidoharjo 2 dengan fokus pada pengembangan Structured Prompting Berbasis AI untuk Pembelajaran Adaptif.

Program ini dipimpin oleh Budi Mukhamad Mulyo, S.Kom., M.T., bersama Dimas Nugroho Dwi Seputro, S.Si., M.B.A., Ardhon Rakhmadi, S.Tr.T., M.Kom., dan Hazna At Thooriqoh, S.Tr.Kom., M.Kom.
Structured prompting diperkenalkan sebagai pendekatan untuk membantu guru memberikan instruksi kepada AI secara lebih sistematis. Guru diarahkan untuk menentukan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, konteks materi, hingga format keluaran sebelum menggunakan AI.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengubah penggunaan AI yang sebelumnya bersifat trial and error menjadi lebih terarah. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu guru mengembangkan materi dengan tingkat kesulitan berbeda, merancang aktivitas pembelajaran, menyiapkan asesmen, maupun menghasilkan alternatif kegiatan sesuai karakteristik peserta didik.

Hal penting lainnya adalah pemahaman mengenai penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab. Dalam program ini, AI tidak ditempatkan sebagai pengganti guru, melainkan sebagai teknologi pendukung yang tetap membutuhkan kontrol, penilaian, dan keputusan profesional dari pendidik.

Melalui program tersebut, UPN “Veteran” Jawa Timur sekaligus berkontribusi terhadap SDGs 4: Quality Education, terutama dalam meningkatkan kompetensi pendidik menghadapi era digital. Kemitraan dengan SDN Sidoharjo 2 juga mendukung SDGs 17: Partnerships for the Goals, melalui sinergi perguruan tinggi dan sekolah dalam pengembangan inovasi pendidikan. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *