BEM UNAIR Ajak Siswa SDN Dilem Mojokerto Eksplorasi Ekosistem Lewat Sekolah Alam

  • Whatsapp
IMG 20260828 WA0155

MOJOKERTO, Nusantaraabadinews.com Dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, Kementerian Lingkungan Hidup Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) menggelar program edukasi lingkungan bertajuk “Sekolah Alam” di SDN Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/8/2026).

​Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.35 WIB ini diikuti secara antusias oleh seluruh siswa SDN Dilem yang berjumlah 14 anak. Melalui pendekatan praktik langsung (hands-on learning), para peserta diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sekitar secara interaktif dan menyenangkan.

​Rangkaian acara diawali dengan sesi pembukaan oleh pembawa acara sekaligus pengarahan posisi kelompok. Usai pembukaan, seluruh peserta yang terbagi ke dalam tiga kelompok diarahkan langsung untuk melakukan observasi fisik di lingkungan sekitar sekolah selama 30 menit. Setiap kelompok diberikan kebebasan mengamati interaksi antara tumbuhan, hewan, dan lingkungan tempat mereka tumbuh.

Tak berhenti pada tahap pengamatan, kegiatan berlanjut ke sesi proyek akhir (final project) berupa pembuatan maket dua dimensi (2D).

Memanfaatkan alat tulis dan perlengkapan menggambar yang disediakan, masing-masing kelompok menuangkan hasil temuan lapangan mereka ke dalam karya maket 2D selama 40 menit. Proses kreasi ini berlangsung dinamis dan menghasilkan karya yang sangat variatif.
​Memasuki sesi presentasi, setiap kelompok secara bergantian memaparkan hasil observasi serta makna dari maket buatan mereka selama masing-masing 10 menit. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi refleksi bersama untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya melestarikan makhluk hidup di sekitar mereka.

IMG 20260828 WA0157“Kegiatan Sekolah Alam berjalan dengan sangat interaktif dan peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Melalui observasi langsung dan pembuatan maket, kami melihat peserta mampu memahami hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya,” ujar Penanggung Jawab (PIC) Acara Sekolah Alam BEM UNAIR, Muhammad Raihan.

​Mahasiswa Teknik Industri UNAIR angkatan 2025 tersebut menegaskan bahwa rasa cinta terhadap lingkungan wajib ditanamkan sedari dini agar tumbuh menjadi karakter generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab.

​Secara keseluruhan, target output dari kegiatan ini berhasil dicapai dengan baik. Para siswa tidak hanya menikmati proses pembelajaran di luar kelas, tetapi juga mampu memetik pesan moral tentang pentingnya menjaga ekosistem.

​Melalui inisiatif ini, BEM UNAIR berharap kepedulian lingkungan yang telah terbangun tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan menjadi kebiasaan positif yang terus melekat pada diri siswa sejak usia dini. (Red)

 

Penulis: Gustyosih Chesta Pramesti dari Fakultas Ilmu Budaya jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Airlangga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *