TAMASYA Resmi Diluncurkan: Negara Hadir untuk Anak Bahagia, Orang Tua Tenang Bekerja

  • Whatsapp
Img 20250527 Wa0151
Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati, hadir menyapa peserta dalam kegiatan di Jawa Timur. Kehadiran beliau memberikan semangat dan motivasi bagi peserta yang terlibat dalam program-program BKKBN.

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Indonesia melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) resmi meluncurkan program nasional Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) pada Selasa, 27 Mei 2025, di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Program ini hadir sebagai jawaban nyata atas kebutuhan akan sistem pengasuhan anak yang berkualitas, sekaligus mendukung peran orang tua dalam dunia kerja.

Peluncuran program diresmikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengusung tema: “Orang Tua Tenang Bekerja, Anak Ceria Bersama TAMASYA.”

Bacaan Lainnya
Img 20250527 Wa0151
Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati, hadir menyapa peserta dalam kegiatan di Jawa Timur. Kehadiran beliau memberikan semangat dan motivasi bagi peserta yang terlibat dalam program-program BKKBN.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Wakil Ketua TP PKK Kaltim Wahyu Hermaningsih, dan Kepala DKP3A Provinsi Kaltim Noryani Sorayalita. Peluncuran ini juga diikuti secara virtual oleh perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menyoroti rendahnya tingkat partisipasi perempuan dalam dunia kerja, yang menurut data BPS hanya mencapai 55,41%. Ia menegaskan, angka ini tidak hanya mencerminkan minimnya peluang kerja, tetapi juga menggambarkan dilema banyak perempuan yang harus memilih antara karier atau mengasuh anak.

“Dari 274 juta warga negara kita, ada yang perlu perhatian. Salah satunya adalah perempuan Indonesia yang jumlahnya lumayan, yang harapannya bisa bekerja. (Program TAMASYA) ini dalam rangka memberikan peluang kerja, namun anaknya juga perlu dikasih sayang,” ujar Menteri Wihaji.

TAMASYA dirancang untuk menjadi solusi komprehensif pengasuhan anak di era modern, dengan empat layanan utama:

Pelatihan daring dan pembelajaran mandiri untuk peningkatan kompetensi pengasuh.

Pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Pendampingan kepada orang tua melalui kelas pengasuhan dan umpan balik berkala.

Layanan rujukan bagi anak yang membutuhkan intervensi khusus.

Pelaksanaan TAMASYA tidak berdiri sendiri. Program ini diperkuat melalui Surat Edaran Bersama (SEB) antara BKKBN dan lima kementerian lainnya: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Dalam Negeri.

Tujuannya tidak tanggung-tanggung: pada tahun 2045, TAMASYA ditargetkan mendorong:

Stabilisasi TFR (Total Fertility Rate) pada angka 2,1.

TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) perempuan meningkat hingga 70%.

Penurunan prevalensi stunting pada balita hingga 5%.

Peningkatan Indeks Pembangunan Keluarga (IPK) menjadi 80.

Dari Surabaya, Kepala BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., menyambut baik peluncuran nasional TAMASYA. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor di Jawa Timur telah siap mendukung penguatan pengasuhan anak melalui berbagai lembaga dan komunitas.

Secara virtual, kegiatan ini diikuti oleh Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di berbagai wilayah, termasuk para pengelola TPA (Tempat Penitipan Anak).

Ketua Tim Kerja KSPK BKKBN Jatim, Dra. Sofia Hanik, M.M., menyebutkan bahwa sedikitnya terdapat 500 TPA yang siap diberikan peningkatan kapasitas melalui program TAMASYA dan pelatihan KERABAT (Kelas Orang Tua Hebat).

“Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN punya SIBIMA, (Sistem Belajar Mandiri), melalui aplikasi online, pengasuh bisa belajar secara mandiri bagaimana pola pengasuhan yang baik dan benar,” jelasnya.

Dengan hadirnya TAMASYA, pemerintah berharap tak ada lagi orang tua—khususnya ibu—yang harus memilih antara bekerja atau mengasuh anak. Anak-anak Indonesia bisa tumbuh dalam pengasuhan yang layak dan penuh kasih sayang, sementara orang tua dapat menjalankan peran profesionalnya dengan tenang.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *