Jember Siapkan 2.000 Hektare Lahan Jagung untuk Ketahanan Pangan

  • Whatsapp
Img 20250724 Wa0047

JEMBER, Nusantaraabadinews.com Kepala Desa Lojejer, Mohammad Sholeh, SH, M.Si, mengungkapkan bahwa meskipun kepengurusan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dari pusat hingga daerah saat ini berstatus demisioner, semangat untuk membina petani tetap berjalan. Ia menegaskan bahwa HKTI tetap berkomitmen mendampingi para petani agar sejahtera dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Dalam keterangannya, Sholeh menyebutkan bahwa hasil Musyawarah Nasional HKTI telah menetapkan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai Ketua Umum. Namun, secara struktural, seluruh pengurus dari pusat hingga kabupaten masih dalam status demisioner, termasuk di Jember. Meski begitu, para tokoh HKTI di daerah tetap bergerak aktif bersama petani.

Di Jember, HKTI bersama kelompok tani (Gapoktan dan Poktan) kini menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, Polres Jember, dan Kodim 0824 Jember untuk mendorong kemandirian pangan. Mereka tidak lagi mengatasnamakan HKTI, tetapi mengedepankan kerja sama lintas sektor guna mewujudkan Jember sebagai kabupaten swasembada pangan.

Sebagai langkah konkret, tiga desa di Kecamatan Wuluhan Lojejer, Taman Sari, dan Dukudempok telah disiapkan sebagai lokasi penanaman jagung. Total lahan yang akan dikelola mencapai 2.000 hektare. Program ini merupakan kelanjutan dari program binaan Polres Jember sebelumnya yang sudah mencakup sekitar 810 hektare lahan jagung.

“Insya Allah pada bulan September, akan dilakukan penanaman serempak di lahan seluas 2.000 hektare,” kata Sholeh. Penanaman ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan daerah, dengan jagung sebagai komoditas utama yang dianggap strategis dan mudah dikelola oleh petani setempat.

Panen dari program sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada kuartal ketiga tahun ini, sementara penanaman lanjutan akan dilakukan pada kuartal keempat. Pemerintah Kabupaten Jember bersama unsur Forkopimda bertekad menjadikan kawasan ini sebagai lumbung jagung yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. (Erman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *