Bumi Ngrowo Mataya, Tulungagung Gelar Parade Sendratari Peringati Hari Tari Dunia 2026

  • Whatsapp
IMG 20260428 WA0066

Tulungagung, Nusantaraabadinews.com Dalam memperingati Hari Tari Dunia 2026 yang bertajuk “Bumi Ngrowo Mataya” yang bertempat di pusat Kota Tulungagung, Sabtu (25/4). Ribuan warga memadati kawasan Titik 0 Km Taman Alun-alun Tulungagung untuk menyaksikan parade dan pertunjukan sendratari “Bantening Katresnan”.

Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, Ketua DPRD Tulungagung Marsono, kepala perangkat daerah, camat, tokoh masyarakat, budayawan, hingga seniman lokal.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa peringatan Hari Tari Dunia tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya bangsa melalui seni tari.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengatakan bahwa Hari Tari Dunia bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya bangsa, Ia menyebut tari sebagai media komunikasi yang menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal secara turun-temurun.

“Penyeleggaraan parade dan sendratari ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam melestarikan seni tari daerah. Ini adalah ruang edukasi dan kreativitas bagi para pelaku seni, terutama generasi muda,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen memberikan fasilitas dalam pengembangan seni budaya. Menurutnya, penguatan aspek kebudayaan merupakan bagian integral dari pembangunan karakter masyarakat yang berdaya saing.

IMG 20260428 WA0067Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan seni tari daerah sebagai benteng budaya, yang menargetkan generasi muda agar tetap mencintai warisan lokal di era globalisasi, serta untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi seniman, koreografer, dan pelatih yang terlibat.

Memukaunya pertunjukan “Bantening Katresnan” berhasil menarik antusiasme ribuan warga yang memadati area Titik Nol. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat kohesi sosial dan membangkitkan ekosistem ekonomi kreatif di sektor seni pertunjukan.

Acara yang menjadi panggung ekspresi seni sekaligus ajang pelestarian budaya yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari seniman, budayawan, hingga generasi muda ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, jajaran kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta ratusan seniman lintas generasi. (Sup)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *