SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Anggota DPRD Kota Surabaya Komisi A dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhaimin, SH, MH, kembali turun langsung ke masyarakat dalam agenda Reses ke-2 Masa Sidang 2026–2027. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis sore (5/2/2026) di Balai RW 04, Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, tepatnya di wilayah Wonocolo Pabrik Kulit.
Reses ini menjadi momentum penting bagi Muhaimin untuk menjemput sekaligus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya warga RW 04 Jemur Wonosari. Kehadiran wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III itu disambut antusias oleh warga yang hadir. Sejumlah persoalan krusial pun disampaikan, mulai dari pembangunan infrastruktur lingkungan, pendidikan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah Kecamatan Wonocolo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RW 04 Sutanto, para Ketua RT se-RW 04, ibu-ibu PKK setempat, serta Ketua PAC PPP Kecamatan Wonocolo, Mahmud, yang mendampingi langsung jalannya reses. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan komunikatif, mencerminkan kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Muhaimin menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab anggota DPRD untuk turun langsung ke lapangan dan mendengarkan suara masyarakat tanpa perantara.
“Reses ini adalah sarana bagi kami untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat. Semua masukan, usulan, dan keluhan yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan agar bisa direalisasikan,” ujar Muhaimin di hadapan warga.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya sinergi antara kedua belah pihak.
“Harus ada kerja sama dan komunikasi yang intens antara masyarakat dan pemerintah daerah. Kalau tidak ada kolaborasi, maka proses pembangunan akan berjalan lambat,” tambahnya.
Pada sesi dialog interaktif, warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan dan harapan. Beberapa isu yang paling banyak disoroti antara lain pengelolaan sampah, penerangan jalan umum (PJU) yang masih minim di sejumlah titik, serta program rumah tidak layak huni (rutilahu) yang diharapkan dapat segera direalisasikan bagi warga yang membutuhkan.
Warga berharap agar seluruh aspirasi yang telah disampaikan dalam forum reses tersebut tidak berhenti sebagai catatan semata, melainkan benar-benar diperjuangkan dan disampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya melalui jalur resmi DPRD.
Dengan digelarnya reses ini, masyarakat RW 04 Jemur Wonosari menaruh harapan besar agar kehadiran wakil rakyat di tengah mereka dapat menjadi jembatan nyata antara kebutuhan warga dan kebijakan pemerintah, sehingga pembangunan di tingkat lingkungan dapat dirasakan secara langsung dan merata. (Abie)






